Review Movie Terbaru ‘Murder Mystery’ Komedi Klise yang Menyenangkan

Review Movie Terbaru 'Murder Mystery' Komedi Klise yang Menyenangkan

Review Movie Terbaru ‘Murder Mystery’ Komedi Klise yang Menyenangkan

Review Movie Terbaru ‘Murder Mystery’ Komedi Klise yang Menyenangkan – Netflix kemarin menghadirkan sebuah film yang sedikit unik berjudul Murder Mystery, dimana film tersebut adalah film bergenre thriller, komedi, dan misteri, yang diproduksi oleh Happy Madison Productios milik Adam Sandler. Film komedi ini disutradai oleh Kyle Newacheck yang menceritakan tentang sebuah misteri pembunuhan. Saat berbulan madu, Nick Spitz yang diperankan oleh Adam Sandler dan istrinya Audrey yang diperankan oleh Jennifer Aniston, terlibat dalam kasus penyelidikan pembunuhan seorang miliarder bernama Malcolm Quince. Nick dan Audrey dituduh sebagai pelaku pembunuhan tersebut, yang mau tak mau membuat mereka harus membersihkan nama mereka sendiri dan mencari tahu dalang dibalik pembunuhan tersebut.

15 Tahun menikah tak sekalipun, Nick Spitz (Adam Sandler) berusaha memanjakan istrinya Audrey Spitz (Jennifer Aniston). Mungkin Nick tak pernah peka, namun yang sati ia sangat menyangi istrinya tersebut. Salah satunya adalah dengan membuat lelucon-lelucon yang justru membuat istrinya kesal.

Saking kesalnya, rencana liburan ke Eropa yang jadi janji pernikahan mereka berdua disyukuri dengan khidmat oleh Audrey. Perjalanan panjang yang sangat diinginkan Audrey, namun belum tentu dinikmati oleh Nick. Sampai pada satu momen, mereka berkenalan dengan bangsawan Inggris Charles Cavendish (Luke Evans).

Review Movie Terbaru ‘Murder Mystery’ Komedi Klise yang Menyenangkan

Movie Terbaru ini pada dasarnya adalah sebuah permainan clue dimana semua karakter yang ada di film tersebut bisa saja menjadi tersangka. Tapi untungnya, berkat pengetahuan Nick tentang dunia perpolisian dan pengetahuan Audrey tentang sebuah novel misteri, akhirnya mereka dapat menemukan tersangka yang tepat sebelum mereka berdua ditangkap dan didakwa karena salah tuduhan.

Murder Mystery adalah film yang aneh, dan mungkin sedikit sulit untuk merangkai sepenuhnya maksud cerita atau bagaimana cerita di filmnya dapat berjalan ditengah sequence humor yang banyak didalamnya. Nah, artikel ini akan membahas siapa dalang dibalik pembunuhan tersebut. Jadi buat kalian yang masih penasaran, simak pembahasan lengkapnya ya Geeks.

Siapa Pembunuh Aslinya?

Nick dan Audrey berhasil memecahkan kasus tersebut, dimana ada satu tersangka bernama Grace (Gemma Arterton), yang menggunakan cara kuno dengan menjalin kerja sama dengan orang lain yang memiliki keterkaitan dengan Quince. Grace adalah seorang aktris yang mempunyai koneksi dengan Quince.

Tetapi karena suatu dendam, Grace lantas berkonspirasi dengan temannya untuk membunuh Quince sebelum dia menyerahkan semua warisannya kepada tunangannya, Suzi. Ketika ini semua terungkap dan Grace ditangkap, Spitzes dan inspektur Delacroix sedang mendiskusikan berbagai peristiwa yang terjadi, dan ternyata mereka baru menyadari bahwa ada temannya yang selama ini bekerja sama dengan Grace, dan itu adalah Juan Carlos Rivera, seorang pembalap profesional yang memalsukan ketidak mampuannya dalam berbicara bahasa Inggris agar tak mencolok.

Aksi kejar-kejaran dalam menangkap Rivera pun terjadi yang berakhir dengan sebuah bus yang menabrak tubuh Rivera. Bus tersebut adalah bus yang sama saat dipesan oleh pasangan Spitz sebelum diundang ke kapal pesiar Quince oleh keponakannya Quince, Cavendish.

Review Movie Terbaru ‘Murder Mystery’ Komedi Klise yang Menyenangkan

Hubungan Grace dan Quince

Serger, seorang pengawal kolonel Ulenga membawa keluarga Spitz ke kamar hotelnya saat mereka berada di Monte Carlo. Serger berniat untuk memberi tahu masa lalu kelam yang terjadi antara Ulenga dan Quince. Dalam sebuah kejadian pengeboman, Ulenga pernah menyelamatkan Quince. Bahkan setelah aksi penyelamatan itu, Ulenga mengalami cedera parah dan koma. Namun alih-alih berterima kasih atas penyelamatan yang dilakukan Ulenga, saat koma, Quince malah menikahi kekasih Ulenga dan wanita tersebut bernama Buttelierre. Setelah itu, Buttelierre dan Quince memiliki seorang anak perempuan. Tapi sayangnya, saat melahirkan, Buttelierre pun meninggal dan kemudian anak perempuannya tersebut juga dianggap meninggal bersamanya.

Namun ternyata, Quince hanyalah pria tua yang menginginkan seorang anak laki-laki demi melanjutkan kekayaannya, bukan seorang perempuan. Setelah diselidiki, ternyata anak yang dilahirkan oleh Buttelierre tidaklah meninggal dan masih hidup, sampai mereka menemukan fakta bahwa Grace merupakan anak wanita yang kini telah beranjak dewasa. Grace tumbuh tanpa pernah memiliki ayah yang menginginkannya, dan Grace telah menemukan jalan hidupnya sebagai bintang di Hollywood. Mungkin disinilah entah bagaimana caranya Grace mengetahui bahwa Quince adalah ayahnya dan menyimpan dendam lama pada ayah kandungnya tersebut.

Charles Cavendish memang telah membuat pasangan Spitz telibat dalam kekacauan besar ini dan pada dasarnya ia sama sekali tak bersalah. Keponakan Quince tersebut hanya kesal karena Suzi meninggalkannya dan memutuskan untuk menikah dengan Quince. Cavendish sangat membenci gaya hidup dan semua uang yang ada disekitarnya. Namun sayangnya itu juga menjadi akhir bagi Cavendish. Cavendish diracuni tepat sebelum Nick dan Audrey dapat menjebak sang pembunuh. Cavendish dibunuh lantaran ia lebih mencintai Suzi dan Canvedish dinilai tak akan berhenti mencari dalang dibalik pembunuhan Suzi. Padahal Cavendish dan Grace adalah sepasang kekasih rahasia.

Adapun uang dari warisan tersebut, sepertinya memang tak ada hak waris yang sah saat ini, mengingat semua anak dari Quince telah meninggal atau dipenjara. Di akhir Murder Mysteri, pasangan Spitz diberikan tiket gratis di kereta Orient Express yang menjadi sebuah hadiah atas kontribusi mereka dalam menyelesaikan kasus pembunuhan tersebut, dan sepertinya mereka akan menyelesaikan kasus baru disana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *