Sinopsis Film

7 Karakter Yang Ingin Kita Lihat di Series Obi Wan

7 Karakter Yang Ingin Kita Lihat di Series Obi Wan

7 Karakter Yang Ingin Kita Lihat di Series Obi Wan

7 Karakter Yang Ingin Kita Lihat di Series Obi Wan – Luke Skywalker dan Anakin Skywalker mungkin adalah dua nama populer dalam cerita Star Wars, selain beberapa nama lainnya seperti Hans Solo, Darth Vader, dan sebagainya. Namun, yang pasti para fans Star Wars pasti mengenal sosok master Jedi dan guru bagi Anakin Skywalker yaitu Obi-Wan Kenobi. Karakter Obi-Wan pertama kali muncul di film Star Wars: A Phantom Menace, yang dirilis pada 1999 silam.

Salah satu karakter favorit para fans tersebut rencananya akan dibuatkan sebuah TV seriesnya yang akan tayang di saluran milik Disney, Disney Plus. Sebenarnya beberapa waktu yang lalu sempat ada rencana pembuatan filmnya, namun karena film Solo: A Star Wars Story mendapatkan hasil yang kurang bagus, akhirnya pihak rumah produksi pun membatalkan proyek tersebut. Jika TV seriesnya jadi dibuat, berikut adalah karakter yang harus ada di dalam ceritanya.

7 Karakter Yang Ingin Kita Lihat di Series Obi Wan

  • Ahsoka Tano

Dalam salah satu film Star Wars yaitu A New Hope, Obi-Wan sempat menyinggung tentang Clone Wars atau perang kloning, yang membuat para fans penasaran dengan perang tersebut. Kemudian dalam film Attack of the Clones, kita melihat berbagai persiapan serangan besar para kloning namun kita tidak melihat bagaimana perang besar tersebut.

Dalam TV series animasi Star Wars: The Clone Wars barulah kita melihat perang kloning tersebut. selain memperlihatkan perang kloning,kita juga diperkenalkan dengan seorang Jedi bernama Ahsoka Tano, yang sudah menjadi salah satu karakter favorit para fans. Meskipun tidak tampil secara utuh (bisa saja muncul dalam adegan flashback), kemunculan Ahsoka tentunya akan membuat senang para fans.

Darth Maul

Dalam film Phantom Menace, selain kita bertemu dengan Obi-Wan Kenobi kita juga diperkenalkan dengan sosok Darth Maul, yang pernah hampir membunuh sang master Jedi. Beberapa fans mungkin berpikir jika Maul sudah tewas, namun dalam Clone Wars dikonfirmasi bahwa dia selamat dan mendapatkan kaki robot, menghilangkan “Darth” dari namanya,dan menjadi penguasa para penjahat.

Dalam series Star Wars Rebel, kita kembali melihat Maul dan Kenobi. Dengan apa yang terjadi sebelumnya diantara keduanya, hal itu bisa membangun sebuah cerita mengapa mereka bertarung dan saling membenci satu sama lainnya. Ray Park, pemeran Maul versi live-action sempat kembali muncul di film A Star Wars Story. Banyak yang menduga jika hal tersebut merupakan salah satu penampf

ilan “kembali” dari Maul.

7 Karakter Yang Ingin Kita Lihat di Series Obi Wan

Karakter Dari Film Solo

Film spinoff Rogue One: A Star Wars Story merupakan film live-action pertama yang menceritakan di luar kisah tentang Skywalkers. Sementara itu, film Solo: A star Wars Story juga menceritakan hal di luar tentang Skywalkers dan berkisah tentang origin story dari Hans Solo. Ada beberapa referensidari film tersebut yang bisa digunakan di film series Obi-Wan nanti.

Meskipun hasil yang di dapat di film Solo kurang begitu memuaskan dan mungkin memupuskan harapan film sekuelnya, yang pasti film tersebut sudah memperkenalkan kita dengan beberapa karakter baru yang menarik. Dengan film tersebut memiliki setting waktu yang sama dengan periode series Obi-Wan, menghadirkan karakter-karakter seperti Qi’ra, Becket, atau mungkin Dryden Vos bisa menjadi cara lain menghadirkan karakter tersebut dibandingkan harus menunggu sekuel filmnya.

Pasukan Ghost

Star Wars Rebel merupakan seri animasi pertama dari Lucasfilm setelah Disney membeli sebagian besar saham Lucasfilm. Seri animasi tersebut bersetting sebelum kejadian yang terjadi di film pertama Star Wars dan menceritakan tentang para pasukan Ghost yang bekerja untuk Rebel Alliance. Selain menhadirkan karakter baru, di series ini juga kembali menampilkan Ahsoka Tano.

Obi-Wan sendiri sempat muncul di seri animasi tersebut, dan mengkonfirmasi bahwa dia sedang berada di luar pada latar waktu di series tersebut, meskipun dia bukanlah bagian aktif dari Rebellion. Kemunculan kembali para pasukan Ghost tentunya akan menjadi sebuah kejutan yang menyenangkan bagi para fans.

Jabba the Hutt

Obi-Wan Kenobi menghabiskan banyak waktunya di Tattoine saat mengasingkan diri, tapi seperti yang diceritakan di berbagai komik, sangJedi tersebut memiliki hubungan dengan Jabba the Hutt. Meskipun pertemuan langsung dengan Jabba mungkin bisa menjadi pilihan, tapi dengan menghancurkan berbagai hal yang berkaitan dengan Jabba bisa juga menjadi pilihan lainnya.

Luke Skywalker

Selain memiliki hubungan dengan Anakin Skywalker, Obi-Wan juga merupakan guru dari Luke Skywalker. Menghadirkan karakter Luke di series Obi-Wan juga bisa menjadi sebuah fan service yang bisa membuat para fans senang. Ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan oleh Disney untuk menghadirkan sosok Luke di series Obi-Wan. Pertama adalah dengan bertatap muka langsung dalam sebuah adegan atau peristiwa.

Pilihan lainnya adalah dengan mengawasinya dari jauh, seperti dalam novel Ahsoka karya E.K. Johnson yang dirilis pada 2016 silam. Dalam buku tersebut, diceritakan Obi-Wan yang sedang dalam pengasingan menggunakan waktunya di Tatooine untuk mengeksplor tentang the Force, berkomunikasi dengan mantan mentornya Qui-Gon Jinn, dan mengawasi Luke dari jauh. Series ini mungkin tidak akan banyak adegan aksi, tapi bisa menjadi sebuah series yang menggali lebih dalam tentang karakter Luke atau Obi-Wan.

Jar Jar Binks

Jar Jar Binks merupakan teman dari Obi-Wan dan Anakin Skywalker sejak film pertama. Di beberapa film selanjutnya, Jar Jar hanya terlihat sebentar saja. Nasibnya pun masih sedikit menggantung, namun dalam novel Star Wars Aftermath: Empire’s End diketahui jika Jar Jar menjadi seorang seniman jalanan.

Dengan sekali lagi Kumpulan Sinopsis menampilkan reuni antara Jar Jar Binks di salah satu episode seriesnya bukan hanya memberikan kita kejelasan tentang nasib dari Jar Jar Binks, tapi juga sekali lagi memberikan kesempatan pada Ahmed Best untuk kembali memerankan karakter terebut. Bukan berarti keseluruhan ceritanya berpusat pada reuni antara Jar Jar dan Obi-Wan, tapi dengan menghadirkannya di salah satu episode bisa memberikan sebuah kejutan yang membuat para fans senang.

Fakta Menarik dari Film Dora and the Lost City of Gold

Fakta Menarik dari Film Dora and the Lost City of Gold

Fakta Menarik dari Film Dora and the Lost City of Gold

Fakta Menarik dari Film Dora and the Lost City of Gold – Sudah menonton film Live-action dari Dora yang mulai tayang di bioskop hari ini? Jika belum, sebaiknya di segerakan untuk menonton film ini. Bukan sekadar petualangan yang menyenangkan, namun ada beberapa fakta Dora and the Lost City of Gold yang menarik.

Selain, untuk menambah ilmu pengetahuan, fakta-fakta ini juga unik, karena salah satunya terkait dengan karakter di dalam filmnya. Berikut beberapa fakta menarik yang akan kamu temukan di film Dora and the Lost City of Gold.

Fakta Menarik dari Film Dora and the Lost City of Gold

1. Delicioso

Fakta pertama adalah ungkapan kata Delicioso. Bagi yang pernah mengikuti versi kartu dari Dora The Explorer pasti sudah tahu kalimat ungkapan ini. Nah, dengan melibatkan elemen dari “Delicioso” pada film Dora and the Lost City of Gold, Movie Terbaru ini seakan memberi nostalgia tersendiri.

Nostalgia ini akan kamu temukan pada satu momen makan malam yang akan membuat suasana menjadi riuh karena ulah Dora yang pertama kali mengungkapkan kalimat ini.

2. Parapata

Sebuah misi penjelejahan tentagn Parapata sudah ada di benak pikiran Dora sejak kecil. Namun, baru pada saat ia beranjak remaja, Dora bisa merasakan langsung petualangan di Parapata. Parapata mungkin akan terdengar fiksi. Namun, mitos tentang Parapata sangat kuat bagi para peneliti dan penjelajah.

Konon, Parapata masih menyimpan misteri yang harus dibongkar. Terletak di salah satu kawasan Amerika Selatan. Kota yang memang benar-benar berselimutkan emas. Berbagai penjelajah bahkan dikabarkan pernah ‘terlibat’ di Parapata.

Kabarnya, kota bergelimang emas ini dimulai dari eksplorasi penjelajah Spanyol pada abag ke-16 dan 17.

Fakta Menarik dari Film Dora and the Lost City of Gold

3. Perlengkapan Dora

Fakta Dora and the Lost City of Gold berikutnya yang tak bisa dilupakan adalah perlengkapan-perlengkapan yang biasanya selalu berada di dalam tasnya. Nah, semua ini juga digambarkan dengan baik pada versi live-actionnya. Tas biru yang selalu tersandang di punggungnya.

Ah, tentu saja, tasnya tak bisa bicara, begitu juga dengan peta yang selalu menjadi petunjuk. Selain itu, pakaian yang dikenakan Dora pun selalu tak pernah berganti. Mungkin Dora hanya punya satu set baju ini.

4. Boots dan “The Swiper”

Siapa yang tak kenal karakter Boots. Monyet yang satu ini selalu jadi teman Dora dalam versi kartunnya. Nah, versi live-actionnya pun begitu. Persahabatan antara Dora dan Boots bahkan digambarkan dengan jelas, ketika Dora mengklaim mengerti dan paham apa yang disampaikan oleh Boots. Ada satu adegan penting menjelang berakhirnya misi penjelejahan Dora tentang Parapata. Boots ternyata memberikan kejutan, yang membuat Dora terperangah.

Selain Dora, masih ada The Swiper, seekor rubah yang memang gemar menganggu penjelajahan Dora. Nah, di sini, sang rubah jauh lebih tengil dari film kartunnya. Bahkan, The Swiper bisa berkomunikasi dengan manusia. Nah, sudah kebayangkan lucunya.

5. Diego yang tampil berbeda

Fakta Dora and the Lost City of Gold berikutnya adalah pada gambaran karakter Diego. Sepupu Dora di versi Live-actionnya. Jika di film kartunnya, karakter Diego tampil dengan ciri-ciri fisik rambut gondrong. Namun, di film Dora and the Lost City of Gold karakter Diego tampil dengan kepala botak.

Mungkin saja ini untuk menunjang kebutuhan cerita yang menggambarkan Diego yang sudah dewasa. Bagi yang penasaran, siapa pemeran Diego di film Dora and the Lost City of Gold, namanya adalah Jeffrey Wahlberg. Usut punya usut, Jeffrey ternyata adalah keponakan dari akot kawakan Hollywood Mark Wahlberg.

Selain lima fakta tadi, kamu bisa menemukan beberapa fakta lainnya terkait film Dora and the Lost City of Gold. Buruan, cek jadwal bioskopnya dan beli tiket nontonnya di situs atau aplikasi BookMyShow yang tersedia gratis bagi pengguna Android dan iOS.

The Ten Rings Menjadi Ancaman Terbesar Dalam Cerita di MCU

The Ten Rings Menjadi Ancaman Terbesar Dalam Cerita di MCU

The Ten Rings Menjadi Ancaman Terbesar Dalam Cerita di MCU

The Ten Rings Menjadi Ancaman Terbesar Dalam Cerita di MCU – The Ten Rings sudah menjadi salah satu ancaman terbesar yang muncul dalam cerita di MCU. Tidak ada informasi jelas, berapa jumlah anggota dari the Ten Rings. Kebanyakan dari mereka berbicara bahasa Arab, Urdu, Pashto, Dari, Mongolia, Farsi, dan bahkan Rusia. Lalu, siapa the Ten Rngs, kelompok teroris yang akan kembali muncul dalam film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings, dan apa dampak yang sudah mereka berikan di MCU?

Ten Rings Bertanggung Jawab Terbentuknya Iron Man

Debut kelompok the Ten Rings di MCU terjadi pada 2008 lalu, ketika mereka muncul dalam film Iron Man. Dalam film tersebut, diketahui jika Ten Rings merupakan kelompok teroris yang memiliki teknologi yang canggih yang sudah menjadi biang kekacauan di Timur Tengah selama bertahun-tahun. Obadiah Stane diam-diam menjual senjata dari perusahaan Stark ke pihak Ten Rings, dan sudah terjadi lama.

Sebagai gantinya, Ten Rings harus membunuh Tony Stark. Namun, justru salah satu jaringan mereka di Afghanistan justru menculik Stark dan memintanya untuk membuatkan mereka senjata. Perkiraan mereka salah, dan Stark kemudian membuat armor Iron Man pertamanya untuk kabur dari sana. Setelah hal itu, Tony pun berpikir untuk membuat sebuah sistem pertahanan yang bisa melindungi dirinya dan juga menghancurkan berbagai kejahatan.

The Ten Rings Menjadi Ancaman Terbesar Dalam Cerita di MCU

Ten Rings Membantu Whiplash Mengincar Tony Stark

Menurut comic tie-in seperti Iron Man 2: Agents of SHIELD, Iron Man terus melanjutkan operasinya untuk menghancurkan berbagai jaringan Ten Rings di seluruh dunia. Ten Rings pun kemudian mendukung usaha Whiplash untuk menghancurkan Tony Stark, demi membalaskan dendam mereka. seperti yang kita lihat di film Iron Man 2, seorang anggota Ten Rings memberikan Whiplash tiket ke Circuit de Monaco, tempat dimana Stark akan berada. Sepertinya mereka jugalah yang mengatur Whiplash menjadi salah satu kru pit.

Ten Rings Mampu Mendapatkan Salinan Armor War Machine

Setelah apa yang terjadi di Iron Man 2, War Machine kemudian harus ikut terjebak dalam peperangan melawan jaringan Ten Rings di seluruh dunia. Iron Man 3 Prelude memperlihatkan struktur operasi dari organisasi Ten Rings, yang merupakan hasil investigasi dari Rhodey. Ternyata masing-masing jaringan organisasi Ten Rings berjalan sendiri-sendiri tanpa rantai komando.Hal itu tentunya menyulitkan Ten Rings untuk ditaklukan.

Rhodey sendiri curiga bahwa ada peran tentara di belakang mereka, yang membuat organisasi ini sulit untuk dilacak. Teroris tersebut kemudian memalsukan sebuah serangan biologis di Hongkong, dan ketika War Machine datang kesana, mereka menyerangnya dengan Hammer-Tech curian – sebuah tank purwarupa yang memiliki tenaga nuklir yang bisa menghasilkan ledakan nuklir besar jika rusak. Rhodey mungkin bisa kabur dari mereka, tapi Ten Rings mampu mendapatkan hasil pindaian yang sangat detail dari armor War Machine.

Mandarin Palsu dan Ekstrimis

Di film Iron Man 3 para fans MCU pada awalnya menduga jika mereka pada akhirnya akan diperkenalkan dengan sosok The Mandarin versi live-action. Namun, mereka justru harus menelan kekecewaan dimana ternyata ada “twist” yang terjadi, yaitu The Mandarin yang muncul bukanlah sosok yang asli melainkan aktor yang dibayar untuk berpura-pura menjadi Mandarin.

Aldrich Killian adalah orang yang berada dibalik ide untuk menampilkan Mandarin palsu tersebut. Dia menggunakan identitas Mandarin dan juga para ekstrimis bio-engineeringnya, untuk meluncurkan serangan teroris di seluruh Amerika. Tujuan Killian adalah memanipulasi pemerintah Amerika dengan menculik Presiden. Untungnya usaha mereka digagalkan oleh Iron Man dan War Machine.

The Ten Rings Menjadi Ancaman Terbesar Dalam Cerita di MCU

Balas Dendam Mandarin Yang Asli

Twist the Mandarin yang ditampilkandi filmnya ternyata tidak disambut baik oleh para penggemar komik, yang mengharapkan Marvel menampilkan sosok Mandarin yang asli. Namun, mereka kemudian merilis sebuah film pendek yang berjudul All Hail the King. Dalam filmnya terungkap jika aktor yang “berperan” sebagai Mandarin, Trevor Slattery, dikurung di penjara Seagate akibat perbuatannya.

Ten Rings kemudian mengirim tim untuk membebaskan Slattery dan membawanya kepada Mandarin yang asli, yang merasa tidak senang identitasnya digunakan olehnya. Hal tersebut tentunya menjadi konfirmasi bahwa the Mandarin memang sedari awal sudah menjadi bagian dari cerita MCU. Slattery sendiri tidak mengetahui jika the Mandarin merupakan karakter yang “nyata”.

Ten Ring Berusaha Untuk Mencuri Pymtech

Kelompok Ten Rings kemudian menghilang dari permukaan setelah film Iron Man 3. Kemungkinan setelah cerita tentang Mandarin palsu yang menebarkan teror di Amerika dan membuat mereka jadi incaran dunia, mereka harus rehat sejenak. Namun, ternyata mereka masih aktif. Pada film Ant-Man yang dirilis pada 2015, Ten Rings merupakan salah satu dari kelompok yang mencoba untuk membeli Pym Tech dari Darren Cross.

Ten Rings Mendapatkan Teknologi Lainnya

Usaha untuk mendapatkan kostum Yellowjacket mungkin bisa berarti bahwa Ten Rings sudah memiliki peran lainnya di MCU, dalam beberapa tahun belakangan. Spider-Man: Homecoming mengungkapkan jika Vulture menjual teknologi yang sangat canggih dan modern dari teknologi alien ke pasar gelap selama bertahun-tahun. Ten Rings bisa jadi merupakan salah satu kliennya.

Sementara itu trailer terbaru, Ant-Man 2 memperlihatkan kita pada sosok pengusaha yang licik bernama Sonny Burch. Ketika Burch mengetahui tentang potensi dari Pym Particles, tidak butuh waktu lama untuk Burch menemukan pembelinya. Identitasnya sendiri masih misteri, namun bisa jadi dia merupakan anggota dari Ten Rings dan bekerja untuk Mandarin.

Mengenal Blade, Vampir Hybrid Dari Marvel

Mengenal Blade, Vampir Hybrid Dari Marvel

Mengenal Blade, Vampir Hybrid Dari Marvel

Mengenal Blade, Vampir Hybrid Dari Marvel – Pada hari sabtu kemarin, dalam acara San Diego Comic Con 2019 Marvel Studios melakukan presentasi mereka setelah sempat absen. Selain mengumumkan rencana Phase 4 mereka, para fans juga terkejut dengan pengumuman bahwa Marvel akan kembali membuat film Blade, untuk ditampilkan di Marvel Cinematic Universe. Mahershala Ali didapuk untuk menjadi Eric Brooks yang baru menggantikan Wesley Snipes.

Sebenarnya adaptasi film ini bukan yang pertama kali untuk Blade. Sebelumnya pada film Blade sendiri sudah pernah dibuatkan triloginya yang diperankan oleh Wesley Snipes, dan tayang perdana pada 1998 silam. Tapi, siapa sosok Blade sang pemburu vampir ini? berikut adalah pembahasan tentang sosok Blade.

Mengenal Blade, Vampir Hybrid Dari Marvel

Siapa Blade?

Bisa dibilang Eric “Blade” Brooks ini merupakan seorang pemburu vampir dan anti-hero yang mencoba untuk “menyelamatkan” manusia dari serangan para vampir ganas. Karena pada tahun 70an Marvel belum terlalu menggali cerita horror, Blade sendiri pertama kali diperkenalkan pada 1973 di komik The Tomb of Dracula #10. Pada dasarnya, Erick merupakan seorang vampir yang memburu vampir lainnya.

Erick lahir pada 1929 dari seorang ibu bernama Tara, yang meninggal saat melahirkan Eric. Tara sendiri sengaja dibunuh oleh Deacon Forst, vampir yang menyamar menjadi manusia dan juga ayah biologis Eric. Enzim vampir Deacon menurun kepada Eric, yang membuat Eric memiliki seluruh kemampuan vampir tapi tidak dengan kelemahannya.

Di film Blade versi Snipes, Blade dan manusia setengah vampir disebut sebagai Daywalkers karena kemampuannya untuk bisa keluar di siang hari. Suatu hari, Eric melihat seseorang yang diserang oleh vampir dan berhasil menyelamatkan orang tersebut. Orang tersebut bernama Jamal Afari, seorang musisi yang juga seorang pemburu vampir. Akhirnya Afari membawa Eric dan merawatnya, sekaligus dia juga mengajarkan bagaimana menjadi seorang pemburu vampir handal.

Nama “Blade” sendiri merupakan julukan dari sesama pemburu vampir lainnya. Hal tersebut dikarenakan kemampuan bertarungnya ketika dia masih remaja. Hasrat untuk berburu dan menghabisi vampir semakin menjadi, ketika gurunya Afari dibunuh oleh Dracula. Petualangan Blade untuk berburu vampir sendiri masih berlanjut sampai saat ini.

Blade punya satu musuh bebuyutan, yaitu Dr. Michael Morbius alias Morbius the Living Vampire. Tapi, Blade sendiri pernah “bergesekan” dengan karakter ikonik lainnya seperti X-Men, Doctor Strange, dan Spider-Man. Bahkan, selama beberapa waktu, Eric pernah menggunakan identitas Ronin yang dimiliki Clint dan bergabung dengan Mighty Avengers. Namun, baru-baru ini Blade bergabung dengan Avengers atas undangan dari raja T’Challa alias Black Panther.

Blade Dibuat Lebih Nyata

Karakter Erick Brooks ini merupakan karya dari seorang kreator legendaris Gene Colan dan Marv Wolfman di tahun 1973. Pada tahun 2001, Gene colan pernah diwawancarai oleh Comic Book Artist dan mengatakan bahwa penampilan saat ini (jaket kulit, gaya rambut, dan sebagainya) merupakan idenya dan penambahan bandolier atau sarung peluru di badannya merupakan ide Marv.

“Marv mengatakan kepadaku bahwa Blade merupakan pria berkulit hitam, dan kami bicara tentang bagaimana seharusnya dia berpakaian, dan bagaimana seharusnya dia berpenampilan.”

Menurut Colan, Blade merupakan perpaduan dari seorang aktor berkulit gelap dan seorang atlet. Colan juga sadar bahwa di tahun 70an, masih sangat jarang (bahkan belum ada) karakter berkulit hitam dalam cerita komik. Oleh karena itu, dia ingin menjadi yang pertama untuk menghadirkan karakter komik berkulit hitam.

“Orang berkulit hitam belum pernah digambarkan pada saat itu. Jadi aku ingin menjadi salah satu yang pertama untuk menggambarkan karakter berkulit gelap di komik. Ada banyak orang berkulit gelap di dunia ini, mereka juga membeli buku komik, mengapa kita tidak boleh memberikan rasa nyaman kepada mereka? mengapa aku tidak boleh jadi yang pertama untuk menggambar mereka? aku benar-benar menikmatinya!”

Mengenal Blade, Vampir Hybrid Dari Marvel

Blade Jadi Jembatan Baru MCU

Pengumuman Marvel tentang Blade yang akan menjadi bagian dari MCU tentunya membuat banyak fans gembira dan senang, apalagi Blade merupakan salah satu karakter yang sudah lama mereka inginkan bergabung ke MCU. Blade merupakan seorang pemburu vampir, tapi pertanyaannya kemudian dimana keberadaan para vampir tersebut di MCU?

Marvel mungkin sudah pernah menampilkan karakter alien seperti Thanos dan makhluk kosmik seperti Dormamu di MCU. Tapi, Marvel belum pernah menghadirkan sosok vampir sampai saat ini. Mungkin baru sekarang Marvel akan mencoba untuk menghadirkan villain lainnya, yaitu vampir (bisa jadi melalui film Morbius). Artinya Blade bisa menjadi jembatan untuk memperkenalkan makhluk “baru” lainnya di MCU.

Film Blade sendiri tidak akan dirilis di Phase 4 nanti, seperti yang ditegaskan oleh Kevin Feige saat diwawancara oleh Collider. Namun, bisa saja Blade versi MCU ini muncul lebih cepat dengan cara menjadi cameo di salah satu film Phase 4. Kemungkinan yang cocok adalah film Doctor Strange in the Multiverse of Madness, yang rencananya akan dirilis pada 2021 mendatang.

Film tersebut digadang-gadang akan menjadi film horror Marvel pertama yang akan dibuat. Tapi, kita masih belum tahu sampai sejauh mana “horror” yang dimaksud tersebut. Blade bisa saja muncul sebagai cameo di film tersebut, dimana Strange bertemu dengan Blade dan bersama-sama membasmi musuh yang sama yaitu vampir – atau villain lainnya.

Kemungkinan lainnya adalah Blade dan Strange bisa saja menjadi “pionir” untuk membentuk Avengers versi sihir, yang disebut sebagai Avengers of the Supranatural di MCU. Dalam cerita komiknya, Doctor Strange dan Blade merupakan anggota dari kelompok tersebut. Sama seperti tim Avengers yang kita kenal, para Avengers of the Supranatural ini juga bertugas untuk melindungi mereka yang tidak berdosa dari serangan Ghost Rider (yang pada saat itu lepas kendali).

Masih belum banyak informasi kumpulan sinopsis yang bisa digali tentang proyek film Blade, selain spekulasi dan juga teori. Kita juga masih belum tahu kapan filmnya akan dirilis, selain petunjuk bahwa filmnya akan dirilis di Phase 5. Yang pasti, Marvel sedang menggodok sesuatu yang baru dengan bergabungnya Blade ke MCU. Apa cerita yang sedang dipersiapkan oleh Marvel? Apa peran Blade di MCU? semua pertanyaan baru akan terjawab ketika Phase 4 dimulai. Jadi, mari kita tunggu saja kejutan lainnya yang disiapkan oleh Marvel ya Geeks!

Kisah Legendaris Boneka Chucky yang Tak Meyakinkan

Reviw Film Childs Play, Kisah Legendaris Boneka Chucky yang Tak Meyakinkan

Reviw Film Childs Play, Kisah Legendaris Boneka Chucky yang Tak Meyakinkan

Reviw Film Childs Play, Kisah Legendaris Boneka Chucky yang Tak Meyakinkan – Pembunuhan berantai biasanya selalu menyisakan misteri yang sulit untuk diungkap. Pun, pembunuhan ini biasanya terjadi karena ulah manusia. Lalu, bagaimana akhirnya, sebuah boneka yang melakukannya? Salah satu kisah legendaris tentang boneka pembunuh salah satunya adalah kehadiran Chucky.

Bersama segenggam pisau yang ada di tangannya ia melakukan apa pun yang ia suka. Buruk rupa dan rambutnya acak-acakan. Ada bekas jahitan di wajahnya. Chucky siap menebar teror. Lalu, bagaimana jika jadinya, Chucky tidak sejahat yang diperkirakan?

Reviw Film Childs Play, Kisah Legendaris Boneka Chucky yang Tak Meyakinkan

Hanya karena rasa frustasi yang dingin, Chucky kemudian menusukkan pisaunya kepada semua yang dianggap jahat. Semuanya bisa kamu saksikan di film Child’s Play. Kisah baru Chucky yang lahir dari kelalaian manusia yang disengaja.

Chucky yang sudah rusak, diambil oleh Karen (Aubrey Plaza) hanya untuk satu-satunya putra yang dimilikinya. Andy (Gabriel Bateman). Jauh sebelum itu, Chucky yang satu ini tidak datang tiba-tiba atau punya ruh jahat. Chucky adalah mainan yang disenangi oleh semua orang.

Sesuai dengan gaya yang kekinian, Chucky terhubung dengan semua teknologi besutan Kazan. Teknologi yang berfungsi melalui aplikasi dan bisa memudahkan kebutuhan rumah tangga. Chucky bahkan bisa menjadi pengasuh.

Namun, tidak dengan Chucky yang satu ini. Ia sudah ‘rusak’ sejak awal. Apa yang ada di pikirannya hanyalah dendam. Chucky bahkan melihat sendiri bagaimana Andy yang menjadi teman manusianya, disiksanya. Chucky kemudian menjadi mengerikan.

Satu per satu orang-orang yang berusaha berhubungan dengan Andy tewas menggenaskan. Bagaimana cara menghentikan semua ini? Apakah Andy juga ikut menjadi korban kekejaman Chucky. Child’s Play segera tayang di bioskop namun hanya terbatas di jaringan 21 Cinema.

Namun, jangna khawatir, masih banyak beberapa film pilihan lain yang tayang di bioskop minggu ini. Mulai dari Crawl, atau The Hustle. Pilihan lainnya, tentu saja adalah rilis ulang Avengers: Endgame yang direncanakan tayang 12 Juli 2019 di bioskop Indonesia.

Reviw Film Childs Play, Kisah Legendaris Boneka Chucky yang Tak Meyakinkan

Lebih Kekinian Namun, Tak Meyakinkan

Film ini mengungkapkan hal-hal yang terkait erat dengan gaya hidup masa kini. Jika di film-film terdahulunya Chucky yang ditemukan kemudian secara misterius bisa membunuh orang-orang yang ada di sekitarnya, kali ini berbeda.

Kenapa Chucky menjadi perusuh dijelaskan dengan masuk akal. Sebuah boneka berteknologi tinggi yang mengalami gangguan fungsi sebagaimana semestinya. Dari sini semuanya terlihat relevan dan meyakinkan. Ada alasan jelas kenapa Chucky kemudian membunuh dan menghabisi hal-hal yang erat kaitannya dengan manusia yang memilikinya.

Namun, jika berbicara horor, Child’s Play terasa kurang meyakinkan. Bagaimana Chucky menghabisi para manusia adalah unsur yang tepat untuk sebuah film horor. Apalagi, beberapa adegan gore dijelaskan secara gamblang. Seperti kepala Shane (David Lewis) yang sengaja dipajang jelas di dalam film.

Sisanya, tak ada elemen kejutan dari film ini. Child’s Play tak ubahnya seperti permainan petak-umpet dan aksi saling kejar-kejaran antara manusia yang lari menghindar dari Chucky. Sisanya? Tak ada.

Elemen horor lainnya juga terlihat dari bagaimana Chucky di film Child’s Play telrihat seperti boneka yang baik. Ia bahkan tak ubahnya seperti boneka hadiah ulang tahun. Tak ada sosok yang benar-benar mengerikan atau penampilan misterius yang sebaiknya disuguhkan untuk seorang pembunuh.

Melalui penampilan Movie Terbaru Chucky ini pun aura sang boneka sebagai pembunuh legendaris menjadi tak telrihat sama sekali. Setali tiga uang dengan Chucky, tak ada satu pun pemerannya yang tampil meyakinkan dan memberikan sentuhan horor yang jelas.

Meski memiliki karakter utama yang kurang lebih sama dengan film Child’s Play di tahun 1988, namun tak eada elemen kejutan yang terjadi di film ini. Child’s Play versi 1988 jelas lebih menakutkan, bahkan cenderung kasar.

Mungkin saja, film Child’s Play tahun 2019 ini ditujukan bagi semua orang. Bahkan, remaja yang sudah berusia 17 tahun pun bisa menontonnya dengan santai, tanpa harus ikut terbawa arus bahwa Chucky adalah boneka pembunuh nan legendaris.

11 Spoiler Penting dari Film Spider-Man Far From Home

11 Spoiler Penting dari Film Spider-Man Far From Home

11 Spoiler Penting dari Film Spider-Man Far From Home

11 Spoiler Penting dari Film Spider-Man Far From Home – Film besutan Marvel studios dan Sony Pictures, Spider-Man: Far From Home, akhirnya dirilis di bioskop dan akan menjadi film penutup di Phase 3 Marvel Cinamatic Universe sekaligus menjadi jembatan untuk hal berikutnya di MCU. Ada banyak spoiler yang terungkap dalam film ini, dan beberapa diantaranya benar-benar tidak terduga. Apa saja?

Myterio Merupakan Villain Dari Dunia Kita

Meskipun dalam berbagai materi promosi film Far From Home kita diperlihatkan jika Mysterio merupakan seorang mentor baru bagi Spider-Man, dan juga seorang superhero dari bumi lainnya di multiverse, di film ini terungkap jika semua hal itu bohong. Quentin Beck sebenarnya merupakan villain yang berasal dari bumi yang sama dan bukan dari bumi yang lain.

Untuk para fans Marvel Comics tentunya hal ini bukan sebuah kejutan yang besar, karena sudah sejak lama diceritakan jika Beck merupakan seseorang yang selalu bercita-cita menjadi seorang pahlawan. Dalam filmnya, kita melihat bagaimana Beck berhasil membuat sebuah hubungan dengan Peter dan membuatnya percaya jika dia merupakan sosok mentor yang pas sebagai pengganti Tony Stark. Baru di akhir cerita kita mengetahui jika Mysterio memiliki niat yang jahat terhadap teknologi milik Tony Stark.

Mysterio Ingin Menjadi Iron Man Yang Baru

Dalam cerita filmnya, kita sempat mendengar tujuan utama dari Beck untuk melakukan berbagai serangan besar di beberapa kota di Eropa. Tujuannya yaitu menjadi pelindung terhebat bumi, menjadi pahlawan paling hebat di dunia, dan menjadi pengisi tempat kosong yang ditinggalkan oleh Iron Man. Selain itu, Beck juga menginginkan pengakuan yang selama ini dia impikan atas berbagai teknologi yang dia ciptakan dan digunakan oleh Tony Stark.

Contohnya adalah teknologi BARF, yang pada konsep awalnya bernama EDITH. Nama tersebut diganti oleh Stark dan hal itu membuat Beck kesal. Bahkan, Beck pun kemudian dipecat oleh Stark. Stark mengatakan jika dia merupakan orang yang “tidak stabil”, dan untuk membuktikan hal tersebut salah dia pun kemudian terobsesi untuk menjadi pahlawan super dan rela melakukan apapun.

11 Spoiler Penting dari Film Spider-Man Far From Home

Elementals Merupakan Ilusi Yang Diciptakan BARF

Mysterio tidak memiliki kekuatan super apapun untuk menjadi superhero, namun dia merupakan seorang yang hebat dalam hal teknologi. Karena hal itu, dia pun menciptakan kelompok villain bernama Elementals untuk membantunya menjadi seorang pahlawan super. Beck, bersama dengan timnya yang sama-sama pernah dikecewakan oleh Stark, menggunakan teknolog BARF (teknologi yang digunakan dalam film Civil War) dan drone untuk menciptakan ilusi Elementals dan juga Mysterio.

Mysterio yang aslinya sendiri berada di tempat yang lain sambil mengendalikan para drone tersebut. Tim tersebut juga membantu Beck dalam berbagai hal, contohnya dengan mengarang cerita tentang konsep multiverse, membuat teknologi gelombang elektromagnetik yang mengelabui teknologi Nick Fury, dan lainnya.

Mysterio Diciptakan Oleh Teman Sekelas Peter

Quentin Beck adalah aktor yang harus “menjual” personanya agar bisa dipercayai oleh Nick Fury, Peter Parker, dan seluruh dunia. Namun, di film ini sebenarnya nama Mysterio sendiri diberikan oleh salah seorang teman Peter Parker yaitu Tony Raviolo, yang diperankan oleh Flash Thompson. Hal tersebut terjadi saat mereka berkumpul kembali di hotel dan menyaksikan tayangan berita setelah serangan monster Elementals.

Pembaca berita kemudian menyebutkan kata “Mysterio” yang kemudian diartikan oleh Tony sebagai nama pahlawan dari Beck. Tapi, Marry Jane kemudian sempat menjelaskan jika sebenarnya nama Mysterio digunakan karena identitasnya masih belum diketahui. Peter sendiri sempat menyebut Beck dengan Mysterio saat pertama kali bertemu degannya.

Peter Mengungkapkan Identitas Spider-Man Kepada MJ

Saat Peter Parker dan Mysterio terlibat sebuah pertarungan dengan salah satu monster Elementals, satu bagian drone tidak sengaja terkena jaring Peter dan dia pun membuangnya. MJ yang bersembunyi dibalik tembok sambil memperhatikan adegan tersebut, kemudian mengambil drone tersebut. Ketika MJ menanyai hal tentang Peter yang menjadi Spider-Man, Peter sempat mengelak kalau dia bukan Spider-man.

Tapi, ketika MJ memperlihatkan salah satu drone yang tidak berfungsi, tiba-tiba proyeksi gambar ilusi Elemental dan Mysterio pun muncul. Saat itulah Peter menyadari jika Beck bukanlah orang yang dia duga. Sadar jika dunia dalam bahaya dan tidak ada waktu lagi, akhirnya Peter mengatakan yang sebenarnya kepada MJ. Kemudian Peter pun pergi untuk memperingatkan Fury tentang Beck.

Mysterio Tewas

MCU sering mendapatkan kritikan dari para fans karena mereka membunuh berbagai villain terbaik mereka. Tren tersebut sepertinya berlanjut dengan terbunuhnya Mysterio dalam film ini. Mungkin ada sebagian orang yang mengatakan jika Peter yang membunuh Mysterio, ada juga yang berpendapat jika itu merupakan keteledoran dari Mysterio sendiri.

Hal ini terjadi saat Peter dan Mysterio akhirnya bertemu di Tower Bridge, London. Beck kemudian memerintahkan drone untuk melindunginya dan menyerang Peter. Tapi, berkat kemampuan “spider-sense” atau “Peter Tingle” yang akhirnya berfungsi maksimal Peter pun berhasil selamat dari ilusi yang dibuat Beck dan menghancurkan drone yang melindunginya. Namun, saat Peter menyerang salah satu drone, peluru yang ditembakan justru mengarah kepada Beck dan Beck pun tertembak lalu sekarat dan tewas.

11 Spoiler Penting dari Film Spider-Man Far From Home

Peter Parker dan MJ Akhirnya Berciuman

Sebelum pertarungan final terjadi, Beck sempat mengejar MJ, Happy Hogan, Betty, dan Ned dengan menggunakan drone bersenjata yang dia kendalikan. Mereka berhasil melumpuhkan salah satu drone setelah MJ berhasil memukulnya dengan sebuah alat perang zaman dahulu. Mereka pun kemudian kabur ke salah satu ruangan dengan lapisan baja tebal, namun mereka terpojok dan tidak bisa kemana-mana.

Setelah pertarungan selesai Peter pun menonaktifkan semua drone yang ada. Peter dan MJ kemudian bertemu di tengah-tengah jembatan Tower Bridge dan mereka mengungkapkan perasaannya satu salam lain. Seperti yang sudah diduga, sisi emosional keduanya tidak dapat tertahan. Akhirnya keduanya saling melemparkan ciuman dan segera pergi dari tempat tersebut. dalam adegan mid-credit akhirnya terungkap jika MJ dan Peter resmi menjalin sebuah hubungan.

Happy Hogan dan Bibi May Berpacaran?

Di sepanjang film Far From Home, kita bisa melihat jika ada sesuatu diantara hubungan Happy Hogan dan Bibi May. Contohnya saat di awal film, dalam sebuah acara amal untuk pengumpulan dana bagi para kaum tunawisma akibat snap yang dilakukan oleh Thanos Happy dan May saling melemparkan pujian. Hal itu tentunya membuat Peter curiga tentang mereka berdua.

Kemudian saat Peter mencoba trailer terbaru menelpon May untuk mengabarkan kondisinya yang berada di Belanda, ada Happy Hogan di kantor May. Happy mengaku jika dirinya sedang membantu May dalam menyelesaikan berbagai pekerjaannya. Akhirnya di akhir film Peter, Happy, dan May duduk bersama dan Peter pun menanyakan hubungan mereka. Meskipun Happy menyebutkan jika ada hubungan diantara mereka, May mengaku jika tidak ada hubungan apapun, hanya saling mengagumi.

J.K. Simmons Berperan Sebagai J. Jonah Jameson Yang Baru

Dalam adegan post-credit yang pertama dari Far From Home, kita melihat Peter yang pergi berkencan dengan MJ. Bukan berkencan pada umumnya, mereka terbang dan berputar-putar di wilayah New York sambil berayun diantara gedung-gedung. Peter dan MJ kemudian berada di daerah Madison Square Garden dan tiba-tiba sebuah siarang berita muncul di layar raksasa.

Pada awalnya, siaran berita tersebut memberitakan tentang kejadian serangan Elementals di London. Kemudian, saluran berita tersebut memberitakan tentang pertarungan Spider-Man dan Beck. Pembawa acara juga memperkenalkan kita pada sebuah situs web kontroversial, DailyBugle.net, yang dipimpin oleh J. Jonah Jameson versi MCU. Sebelumnya, sang aktor senior juga memerankan karakter yang sama dalam film Spider-Man versi Sam Raimi. Hanya saja Jameson yang muncul di film tersebut merupakan pemimpin redaksi dari koran Daily Bugle, tempat Peter bekerja.

Jameson Mengungkapkan Identitas Rahasia Spider-Man

Seperti yang diungkapkan sebelumnya, jika Mysterio sudah merencanakan semuanya dengan matang. Termasuk bagaimana rencana untuk mengubah citra Spider-Man menjadi seorang penjahat. Hal ini terjadi saat situs The Daily Bugle.net memberikan video serangan di London. Video tersebut memperlihatkan saat Peter mengatakan kepada EDITH untuk mematikan semua drone.

Namun, videonya sendiri sudah keluar dari konteks tersebut sehingga terlihat seperti Spider-Man yang memerintahkan untuk menghabisi warga sipil. Selain memperlihatkan video yang memojokan Spider-Man, kita juga melihat bagaimana Mysterio dalam video tersebut akhirnya mengungkapkan identitas yang sebenarnya kepada dunia bahwa Spider-Man adalah Peter Parker. Dia berusaha agar publik berubah, dari memujanya menjadi membenci sosok Peter.

Talos Menggantikan Nick Fury Yang Sedang Berada di Luar Angkasa

Adegan post-credit scene yang kedua film Far From Home mengungkapkan bahwa Talos, pemimpin dari bangsa Skrulls yang berada di bumi dan juga teman dari Carol Danvers, “berubah” menjadi Nick Fury di sepanjang film. Sedangkan istrinya menyamar menjadi Maria Hill. Nick Fury yang asli sendiri sebenarnya sedang tidak berada di bumi, alias sedang berada di sebuah pesawat luar angkasa (kemungkinan milik bangsa Skrulls). Kemungkinan, Talos menggantikan tempat Nick Fury di bumi setelah apa yang terjadi di film Avengers: Endgame.

Sinopsis Toy Story 4 yang Segara Rilis di Bioskop Tuai Pujian

Sinopsis Toy Story 4 yang Segara Rilis di Bioskop Tuai Pujian

Sinopsis Toy Story 4 yang Segara Rilis di Bioskop Tuai Pujian

Sinopsis Toy Story 4 yang Segara Rilis di Bioskop Tuai Pujian – Sudah tiga film yang dirilis, namun Toy Story tetap punya pengaruh yang kuat di ingatan. Petualangan para mainan yang dimulai sejak tahun 1995 ini pastinya sangat membekas. Toy Story terakhir kali dirilis pada tahun 2010 yang lalu.

Kali ini, film keempatnya segera dirilis. Di Amerika, pemutaran perdana film ini sudah dimulai. Hasilnya, Toy Story 4 menuai pujian dari para kritikus. Khas film-film Disney Pixar yang memang punya karakter cerita kuat. Lalu, seperti apa kumpulan sinopsis Toy Story 4?

Sinopsis Toy Story 4 yang Segara Rilis di Bioskop Tuai Pujian

Sinopsis Toy Story 4

Apa yang selalu teringat ketika menonton film Toy Story? Film ini tentang petualangan dan cerita-cerita konyol sekelompok mainan yang tersesat dan kemudian harus menyelamatkan mainan lainnya. Lalu, bagaimana di film keempatnya?

Sebelumnya, mari berkenalan terlebih dahulu dengan karakter baru bernama Forky. Benar, ia adalah sendok garpu (pengisi suara Tony Hale). Forky yang kurus dan ceking, khas sendok garpu kini menjadi bagian dari pertemanan Woody, Buzz, hingga Bunny, dan yang paling penting, ia begitu disayang oleh pemiliknya.

Nah, pada suatu kejadian, Forky menghilang. Secara insting, Woody mencari cara untuk menyelamatkan Forky, Bisakah mereka mengembalikan Forky? Temukan jawabannya di film Toy Story 4 yang rencananya akan tayang pada tanggal 21 Juni 2019 di seluruh bioskop Indonesia.

Duke Caboom

Disney Pixar selalu punya cara yang baik dalam mengenalkan karakter baru, dalam setiap sekuel filmnya. Forky memang salah satunya dan akan jadi karakter kuat di film ini. Selain itu, ada nama Duke Caboom, seorang mainan yang hidup sebagai pemeran pengganti.

Jika kamu sudah melihat trailernya, Duke Caboom tak kalah konyol dibandingkan dengan mainan lainnya. Sementara itu Forky, sejatinya hanyalah sendok garpu. Namun, ia berubah menjadi kerajinan tangan sehingga membuatnya menjadi hidup.

Bahkan, Forky sangat disukai pemiliknya, Bonny. Selain karakter utama yang selalu muncul di Toy Story, pastinya akan banyak karakter-karakter lain yang juga akan muncul di film ini. Sekali lagi, film ini akan tayang pada tanggal 21 Juni 2019 di bioskop.

Pengisi Suara Toy Story 4

Untuk pengisi suata, film Toy Story masih setiap dengan beberapa aktor lamanya. Karakter Woody masih akan diisi oleh Tom Hanks. Begitu juga dengan Buzz, yang diisi suaranya oleh Tim Allen. Sementara itu, aktor Keanu Reeves akan tampil di film ini sebagai pengisi suara untuk karakter Duke Caboom.

Sekali lagi, film ini sudah mendapatkan respon positif yang luar biasa. Siap tayang mulai tanggal 21 Juni 2019 di bioskop, kamu sudah bisa beli tiket nontonnnya di situs atau aplikasi BookMyShow yang tersedia gratis bagi pengguna Android dan iOS.

Petualangan Woody dan teman-temannya kali ini menggiring mereka bertemu dengan mainan baru. Namanya forky. Sesosok sendok garpu yang kemudian hidup karena ia adalah kerajinan tangan. Petualangan yang tidak biasa, karena forky tiba-tiba hilang.

Mau tak mau Woody dan teman-temannya kemudian mencari cara untuk menyelamatkan Forky. Bersama mainan baru yang super narsis Duke Caboom. Bagaimana keseruan film tentang mainan ini? Sebelum nonton Toy Story 4, cek jadwal bioskopnya di bawah ini.

Sinopsis Toy Story 4 yang Segara Rilis di Bioskop Tuai Pujian

Jadwal Film Toy Story 4 di Jakarta

Daftar bioskop yang menayangkan film Toy Story 4 di Jakarta adalah CGV AEON Mall JGC, CGV Bella Terra Lifestyle Center, CGV Mall Of Indonesia, CGV Pacific Place, Cinemaxx Cibubur Junction, CGV FX Sudirman, CGV Grand Indonesia, CGV Slipi Jaya, CGV Suntermall, Cinemaxx Pluit Village, CGV Transmart Cempaka Putih, dan CGV Central Park.

Info selengkapnya untuk jadwal film Toy Story 4 di Jakarta dapat dilihat di tautan BookMyShow berikut.

Jadwal Film Toy Story 4

Cek Jadwal film Toy Story 4 di bioskop CGV Rita Supermall.

Jadwal Film Toy Story 4 di Bandung
Daftar bioskop yang menayangkan film Toy Story 4 di Bandung adalah CGV Miko Mall, Cinemaxx Istana Plaza Bandung, CGV Metro Indah Mall, CGV 23 Paskal Shopping Center, CGV Paris van Java, dan CGV BEC Mall.

Info selengkapnya untuk jadwal film Toy Story 4 di Bandung dapat dilihat di sini.

Jadwal Film Toy Story 4 di Tangerang
Daftar bioskop yang menayangkan film Toy Story 4 di Tangerang adalah Cinemaxx Metropolis Town Square, CGV Transmart Bintaro, Cinemaxx WTC Matahari, CGV Ecoplaza Citraraya Cikupa, CGV Blitz Theater Bandara City Mall, dan CGV Teraskota. Cek jadwalnya di sini.

Jadwal Film Toy Story 4 di Surabaya
Daftar bioskop yang menayangkan film Toy Story 4 di bioskop CGV BG Junction dan CGV Marvell City, Surabaya. Cek jadwalnya di sini.

Yuk, nonton film Toy Story 4 terbaru 2019 di bioskop. Kamu bisa beli tiket nontonnya di situs atau aplikasi BookMyShow yang tersedia gratis bagi pengguna Android dan iOS.

Review Movie Terbaru 'Murder Mystery' Komedi Klise yang Menyenangkan

Review Movie Terbaru ‘Murder Mystery’ Komedi Klise yang Menyenangkan

Review Movie Terbaru ‘Murder Mystery’ Komedi Klise yang Menyenangkan

Review Movie Terbaru ‘Murder Mystery’ Komedi Klise yang Menyenangkan – Netflix kemarin menghadirkan sebuah film yang sedikit unik berjudul Murder Mystery, dimana film tersebut adalah film bergenre thriller, komedi, dan misteri, yang diproduksi oleh Happy Madison Productios milik Adam Sandler. Film komedi ini disutradai oleh Kyle Newacheck yang menceritakan tentang sebuah misteri pembunuhan. Saat berbulan madu, Nick Spitz yang diperankan oleh Adam Sandler dan istrinya Audrey yang diperankan oleh Jennifer Aniston, terlibat dalam kasus penyelidikan pembunuhan seorang miliarder bernama Malcolm Quince. Nick dan Audrey dituduh sebagai pelaku pembunuhan tersebut, yang mau tak mau membuat mereka harus membersihkan nama mereka sendiri dan mencari tahu dalang dibalik pembunuhan tersebut.

15 Tahun menikah tak sekalipun, Nick Spitz (Adam Sandler) berusaha memanjakan istrinya Audrey Spitz (Jennifer Aniston). Mungkin Nick tak pernah peka, namun yang sati ia sangat menyangi istrinya tersebut. Salah satunya adalah dengan membuat lelucon-lelucon yang justru membuat istrinya kesal.

Saking kesalnya, rencana liburan ke Eropa yang jadi janji pernikahan mereka berdua disyukuri dengan khidmat oleh Audrey. Perjalanan panjang yang sangat diinginkan Audrey, namun belum tentu dinikmati oleh Nick. Sampai pada satu momen, mereka berkenalan dengan bangsawan Inggris Charles Cavendish (Luke Evans).

Review Movie Terbaru ‘Murder Mystery’ Komedi Klise yang Menyenangkan

Movie Terbaru ini pada dasarnya adalah sebuah permainan clue dimana semua karakter yang ada di film tersebut bisa saja menjadi tersangka. Tapi untungnya, berkat pengetahuan Nick tentang dunia perpolisian dan pengetahuan Audrey tentang sebuah novel misteri, akhirnya mereka dapat menemukan tersangka yang tepat sebelum mereka berdua ditangkap dan didakwa karena salah tuduhan.

Murder Mystery adalah film yang aneh, dan mungkin sedikit sulit untuk merangkai sepenuhnya maksud cerita atau bagaimana cerita di filmnya dapat berjalan ditengah sequence humor yang banyak didalamnya. Nah, artikel ini akan membahas siapa dalang dibalik pembunuhan tersebut. Jadi buat kalian yang masih penasaran, simak pembahasan lengkapnya ya Geeks.

Siapa Pembunuh Aslinya?

Nick dan Audrey berhasil memecahkan kasus tersebut, dimana ada satu tersangka bernama Grace (Gemma Arterton), yang menggunakan cara kuno dengan menjalin kerja sama dengan orang lain yang memiliki keterkaitan dengan Quince. Grace adalah seorang aktris yang mempunyai koneksi dengan Quince.

Tetapi karena suatu dendam, Grace lantas berkonspirasi dengan temannya untuk membunuh Quince sebelum dia menyerahkan semua warisannya kepada tunangannya, Suzi. Ketika ini semua terungkap dan Grace ditangkap, Spitzes dan inspektur Delacroix sedang mendiskusikan berbagai peristiwa yang terjadi, dan ternyata mereka baru menyadari bahwa ada temannya yang selama ini bekerja sama dengan Grace, dan itu adalah Juan Carlos Rivera, seorang pembalap profesional yang memalsukan ketidak mampuannya dalam berbicara bahasa Inggris agar tak mencolok.

Aksi kejar-kejaran dalam menangkap Rivera pun terjadi yang berakhir dengan sebuah bus yang menabrak tubuh Rivera. Bus tersebut adalah bus yang sama saat dipesan oleh pasangan Spitz sebelum diundang ke kapal pesiar Quince oleh keponakannya Quince, Cavendish.

Review Movie Terbaru ‘Murder Mystery’ Komedi Klise yang Menyenangkan

Hubungan Grace dan Quince

Serger, seorang pengawal kolonel Ulenga membawa keluarga Spitz ke kamar hotelnya saat mereka berada di Monte Carlo. Serger berniat untuk memberi tahu masa lalu kelam yang terjadi antara Ulenga dan Quince. Dalam sebuah kejadian pengeboman, Ulenga pernah menyelamatkan Quince. Bahkan setelah aksi penyelamatan itu, Ulenga mengalami cedera parah dan koma. Namun alih-alih berterima kasih atas penyelamatan yang dilakukan Ulenga, saat koma, Quince malah menikahi kekasih Ulenga dan wanita tersebut bernama Buttelierre. Setelah itu, Buttelierre dan Quince memiliki seorang anak perempuan. Tapi sayangnya, saat melahirkan, Buttelierre pun meninggal dan kemudian anak perempuannya tersebut juga dianggap meninggal bersamanya.

Namun ternyata, Quince hanyalah pria tua yang menginginkan seorang anak laki-laki demi melanjutkan kekayaannya, bukan seorang perempuan. Setelah diselidiki, ternyata anak yang dilahirkan oleh Buttelierre tidaklah meninggal dan masih hidup, sampai mereka menemukan fakta bahwa Grace merupakan anak wanita yang kini telah beranjak dewasa. Grace tumbuh tanpa pernah memiliki ayah yang menginginkannya, dan Grace telah menemukan jalan hidupnya sebagai bintang di Hollywood. Mungkin disinilah entah bagaimana caranya Grace mengetahui bahwa Quince adalah ayahnya dan menyimpan dendam lama pada ayah kandungnya tersebut.

Charles Cavendish memang telah membuat pasangan Spitz telibat dalam kekacauan besar ini dan pada dasarnya ia sama sekali tak bersalah. Keponakan Quince tersebut hanya kesal karena Suzi meninggalkannya dan memutuskan untuk menikah dengan Quince. Cavendish sangat membenci gaya hidup dan semua uang yang ada disekitarnya. Namun sayangnya itu juga menjadi akhir bagi Cavendish. Cavendish diracuni tepat sebelum Nick dan Audrey dapat menjebak sang pembunuh. Cavendish dibunuh lantaran ia lebih mencintai Suzi dan Canvedish dinilai tak akan berhenti mencari dalang dibalik pembunuhan Suzi. Padahal Cavendish dan Grace adalah sepasang kekasih rahasia.

Adapun uang dari warisan tersebut, sepertinya memang tak ada hak waris yang sah saat ini, mengingat semua anak dari Quince telah meninggal atau dipenjara. Di akhir Murder Mysteri, pasangan Spitz diberikan tiket gratis di kereta Orient Express yang menjadi sebuah hadiah atas kontribusi mereka dalam menyelesaikan kasus pembunuhan tersebut, dan sepertinya mereka akan menyelesaikan kasus baru disana.

5 Film Terbaik 2018 yang Tak Kalah Keren Dengan Movie Terbaru 2019

5 Film Terbaik 2018 yang Tak Kalah Keren Dengan Movie Terbaru 2019

5 Film Terbaik 2018 yang Tak Kalah Keren Dengan Movie Terbaru 2019

5 Film Terbaik 2018 yang Tak Kalah Keren Dengan Movie Terbaru 2019 – 5 Film Terbaik 2018 yang Tak Kalah Keren Dengan Movie Terbaru 2019 sudah bisa dirilis dari sekarang nih. Berhubung tahun 2018 ini akan selesai dalam hitungan hari, pasti banyak dari kalian yang bersyukur tahun ini dihiasi banyak film-film terbaik yang telah tayang di bioskop Indonesia.

Nah film-film terbaik yang udah tayang rasanya pengen banget buat ditonton ulang. Selain karena buat isi waktu kosong dirumah pas liburan, juga karena emang film itu keren aja, jadi bisa banget buat ditonton lagi.

Tahun 2018 banyak dipenuhi film-film keren dengan berbagai genre terutama science fiction dan animasi. Tapi gak cuma itu, ada film animasi dan dokumenter juga.

Nah apa saja film terbaik 2018 yang bisa kalian tonton ulang dirumah apalagi pas liburan yang cuma bengong aja. Mending nonton lagi film yang udah tayang di tahun 2018 ini.

Berikut 15 film terbaik 2018 yang gue susun dari peringkat terbawah ya.

5 Film Terbaik 2018 yang Tak Kalah Keren Dengan Movie Terbaru 2019

5. Aquaman

Walaupun film ini belum rilis, banyak kalangan sudah memprediksi kalau film ini termasuk film terbaik 2018. Film Aquaman jadi film satu-satunya buatan DC Extended Universe yang dipersembahkan tahun ini.

Agak lambat ya dibanding komik sebelah, Marvel Cinematic Universe yang sukses meluncurkan 4 film terbaiknya di tahun ini. DC hanya bisa memberikan satu film spin off untuk para fans nya.

Karakter Aquaman telah muncul pada Justice League tahun 2017 lalu, akhirnya tahun ini dibuat film seri perdana tentang superhero bawah laut. Diperankan Jason Momoa sama saat Justice League.

Aquaman ini menceritakan tentang asal usul nya yang menjadi raja di kerajaan bawah laut. Arthur Curry yang memerankan Aquaman ini harus melawan saudaranya sendiri, Orm yang ingin menyatukan 7 kerajaan bawah laut untuk memerangi makhluk permukaan.

Karena gue juga belum tahu bagaimana nanti filmnya tunggu nanti tayang di bioskop Indonesia. Mungkin aja bakal lebih dari ekspektasi bikin posisinya naik ke urutan teratas.

4. Fantastic Beasts : The Crimes of Grindelwald

Film sekuel lanjutan dari Fantastic Beast ini cukup memikat para penikmat science fiction terutama para fans serial Harry Potter atau Potterheads. Karena ini kan film yang menceritakan sebelum jauh jaman Harry Potter berada.

Saat artikel ini ditulis, film Fantastic Beasts ini sedang tayang dan banyak yang sudah review kalau film ini sangat menarik untuk ditonton.

Menceritakan seorang penyihir yang memiliki binatang buas menakjubkan tersimpan didalam kopernya, yaitu Newt Scamander. Di sekuel keduanya ini Newt harus mengembalikan keadaan seperti semula.

Grindelwald, seorang tahanan pada sekuel pertama ini kabur dan membuat onar dengan mengadu domba antara No-maj (warga sipil biasa) dengan para penyihir.

Kemudian ditambah lagi dengan hewan buas nan unik Newt yang tidak sengaja terlepas dari koper yang membuat onar di kota. Newt harus mengembalikan keadaan seperti semula.

Disini juga banyak tokoh-tokoh yang kita kenal di Harry Potter seperti Dumbledore, Professor Mcgonagal, Nagini (si ularnya Voldemort) dan lainnya.

Kenapa bisa ditonton ulang? karena jalan ceritanya padat banget, tentu buat yang pengen lebih ngerti bisa nih buat ditonton ulang lagi.

3. Pacific Rim : Uprising

Film terbaik 2018 berikutnya adalah Pacific Rim : Uprising, film tentang robot yang dikendalikan pilot manusia melawan monster yang dikenal dengan nama Kaiju.

Pacific Rim : Uprising ini sekuel kedua dari serial Pacific Rim yang disutradarai oleh Steven S.DeKnight kembali membawa kisah umat manusia yang harus melawan monster.

Di film ini kita bisa tonton lagi aksi Jake Pentecost sebagai pilot Jaeger yang kembali ditugaskan untuk jadi pilot setelah terlibat dengan aksi kriminal.

Kali ini Jaeger harus melawan serangan Kaiju yang tersebar dibeberapa wilayah di bumi. Disini terdapat 4 robot Jaeger yang berperang melawan Kaiju. Aksinya cukup menarik dengan efek CGI yang ciamik pastinya.

Steven juga menyelipkan unsur komedi yang bikin penonton ketawa disela-sela ketegangan yang terjadi, terutama pada Jake yang harus akur dengan koleganya sesama pilot Jaeger.

Bagi penikmat film perang dengan tokoh robot, rasanya film Pacific Rim ini bisa jadi teman hari liburan kalian untuk ditonton ulang. Buat yang belum sempat nonton waktu itu bisa deh ditonton biar gak penasaran.

5 Film Terbaik 2018 yang Tak Kalah Keren Dengan Movie Terbaru 2019

2. Maze Runner : The Death Cure

Sekuel ketiga atau yang terakhir dari serial Maze Runner tayang pada Januari 2018 lalu dan ditonton banyak orang apalagi yang udah ngikutin Maze Runner dari seri perdana.

Walaupun gak sedikit yang bilang kalau seri terakhir ini gak sebagus seri pertamanya, tapi film ini tetap menghibur penonton setianya.

Di serial terakhir ini si Thomas harus menyelamatkan Minho yang tertangkap WCKD. Masih dengan Newt, Brenda dan yang lain, Thomas harus mengejar Minho dengan caranya sendiri.

Alur ceritanya dibuat lebih dramatis dengan perlakuan WCKD yang lebih buas untuk memerangi Thomas dan kawan-kawan. Banyak peperangan terjadi di film ini. Ada rakyat jelata atau Glader yang ingin berperang dengan WCKD, sedangkan Thomas hanya ingin merebut Minho saja.

Newt yang terinfeksi virus zombie akhirnya berubah menjadi zombie dan akhirnya dibunuh oleh Thomas. Di akhir cerita juga WCKD pun hancur, para Glader menemukan tempat baru untuk bermukim.

Film ini tentu bisa jadi list tontonan liburan nanti nih apalagi buat yang suka dengan film yang memacu adrenalin dan belum kebagian nonton kemarin.

1. Rampage

Tak disangka film ini bisa termasuk film terbaik 2018. Emang yang namanya aktor terkenal kalau udah main film pasti auto bagus film itu. Rampage ini juga merupakan film adaptasi dari game dan ternyata sukses menggaet banyak penonton.

Rampage ini bercerita tentang Gorilla yang terbentuk karena rekayasa genetika. Gorilla tersebut ditemani ahli primata, Davis Okoye yang diperankan oleh Dwayne Jhonson. Ini dia yang bikin film ini jadi banyak yang nonton. Karena ada The Rock jadi bikin orang pengen nonton.

George si Gorilla albino ini sangat akrab dengan Okoye sampai akhirnya penelitian luar angkasa yang dilakukan Energyne gagal membuat George jadi gampang lapar.

Rasa lapar George membuat dia mudah emosi dan akhirnya melakukan pemberontakan. Keadaan semakin keruh karena munculnya monster buaya dan serigala raksasa yang menghancurkan kota Chicago.

Pertempuran antar hewan ini ditampilkan dengan seru dan menegangkan, konflik mereka dibuat dengan efek-efek yang keren.

Buat yang udah nonton pasti pengen nonton lagi. Buat yang belum nonton, coba deh masukin Rampage ini kedalam daftar tontonan liburan akhir tahun.

Nah itulah 5 film terbaik di tahun 2018 yang tak kalah keren dengan Movie Terbaru 2019 tentunya juga berdasarkan voting dari penonton diseluruh dunia. Tentu mungkin tidak sama dengan yang kalian duga kan. Ya memang semua punya versi film terbaiknya sendiri.

Dan gue pun sebenarnya menjagokan film lainnya seperti Skyscrapper, The Nun, Hotel Transylvania dll. Tapi ya begitu hasil voting hingga saat ini.

Biar liburan gak sepi-sepi banget, wajib dicatet film-film terbaik 2018 buat ditonton ulang atau baru nonton pertama kali.

Diakhir kata gue mohon maaf kalo banyak spoiler yang gue jabarin diatas. Tapi gak seberapa kok kalo kalian nonton langsung film-film diatas. Pasti seleranya beda-beda deh.

Selamat menikmati film terbaik tahun ini ya. Buat tahun depan, kira-kira ada film apa ya? Tunggu di guelagi aja.

Film Sexy Killers Mengungkap Sisi Kelam Eksloitasi Batubara

Film Sexy Killers Mengungkap Sisi Kelam Eksloitasi Batubara

Film Sexy Killers Mengungkap Sisi Kelam Eksloitasi Batubara

Film Sexy Killers Mengungkap Sisi Kelam Eksloitasi Batubara – Layar film Sexy Killers memperlihatkan ledakan di lokasi tambang. Tanah membubung tinggi lalu meninggalkan debu beterbangan. Kendaraan pengeruk dan truk-truk besar hilir mudik mengangkut hasil ledakan: batubara.

Dari Kalimantan, puluhan ribu ton batubara mengalir –terutama ke Jawa dan Bali, dua pulau paling rakus mengonsumsi energi. Mereka melewati jalur sungai, laut, sebelum tiba di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan sumber energi batubara.

Sepanjang Kumpulan Sinopsis itulah, sumber energi bumi bernama batubara itu membawa bencana. Dari hulu hingga hilir. Sexy Killers, film dokumenter terbaru rumah produksi WatchDoc dengan apik menarasikan bagaimana sumber energi itu menjadi “pembunuh” bagi warga, terutama kelompok miskin dan perdesaan.

WatchDoc meluncurkan dokumenter sepanjang 88 menit ini pada Jumat (5/4/2019). Pada hari itu juga, berbagai komunitas di lebih dari 10 kota menggelar nonton bareng (nobar): Semarang, Samarinda, Surabaya, Kupang, Makassar, dan seterusnya.

Tiga hari kemudian, hingga Senin (8/4) siang, setidaknya sudah 74 lokasi menggelar nobar dokumenter Sexy Killers. Mereka terutama dari kalangan mahasiswa, komunitas, lembaga swadaya masyarakat, dan karang taruna.

Film Sexy Killers Mengungkap Sisi Kelam Eksloitasi Batubara

Komunitas Perpustakaan Jalanan di Denpasar, Bali, termasuk salah satu lokasi yang menggelar nobar itu pada Sabtu (6/4) malam di Kampus Sudirman Universitas Udayana. Sekitar 50 penonton hadir di tempat parkir kampus negeri terbesar di Bali itu.

“Setelah nonton film ini saya jadi tahu bagaimana permainan para oligarki dalam industri batubara di negeri ini,” kata I Made Wipra Prasita, seorang penonton.

Nobar di Denpasar berlanjut dengan diskusi bertema energi bersih dan terbarukan. Praktisi energi matahari Agung Putradhyana, lebih akrab dipanggil Gung Kayon, hadir sebagai pembicara bersama Aam Wijaya dari Greenpeace Indonesia.

Gung Kayon termasuk narasumber dalam dokumenter Sexy Killers. Adapun Greenpeace Indonesia termasuk produser bersama Jaringan Advokasi Advokasi Tambang (JATAM).

Bagian Terakhir
Sexy Killers merupakan bagian terakhir dari rangkaian dokumenter hasil Ekspedisi Indonesia Biru. Ini hasil perjalanan dua jurnalis videografer, Dandhy Dwi Laksono dan Ucok Suparta, keliling Indonesia pada 2015.

Selama sekitar setahun, mereka menempuh perjalanan bersepeda motor dari Jakarta ke Bali, Sumba, Papua, Kalimantan, Sulawesi, lalu kembali ke Jawa.

Dari perjalanan itu mereka menghasilkan 12 film dokumenter tentang isu sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dua di antaranya adalah Kala Benoa, tentang gerakan Bali tolak reklamasi Teluk Benoa; dan (A)simetris, tentang industri kelapa sawit.

Menurut Dandhy yang bertindak sebagai sutradara, bagian inti Sexy Killers dikerjakan selama Ekspedisi Indonesia Biru dengan mengambil lokasi Kalimantan Timur (Kaltim). Pengembangan cerita dilakukan di beberapa daerah seperti Jawa, Bali, dan Sulawesi dengan melibatkan videografer lain di daerah-daerah itu.

Sebagaimana dokumenter khas Ekspedisi Indonesia Biru lainnya, Sexy Killers juga menghadirkan sisi lain dari pembangunan infrastruktur yang begitu masif pada rezim Joko Widodo – Jusuf Kalla. Di balik banyak pembangunan PLTU batubara, terdapat korban-korban dari kalangan petani, nelayan, dan kelompok rentan lain.

Sexy Killers menunjukkan para korban “pembunuhan” batubara itu terentang dari hulu hingga hilir. Dari lokasi penambangan sampai tempat batubara itu digunakan.

Di lokasi penambangan di Kaltim, misalnya, petani dari Jawa dan Bali yang melakukan transmigrasi pada zaman Orde Baru kini harus berhadapan dengan industri penambangan batubara. Mereka tergusur atau tercemar.

“Dulu sebelum ada bangunan batubara, sawah tidak rusak. Tidak amburadul. Sekarang sejak ada tambang, rakyat kecil malah sengsara. Yang enak, rakyat yang besar. Ongkang-ongkang kaki terima uang. Kalau kita terima apa? Terima imbasnya. Lumpur..” kata seorang petani yang tak disebut namanya.

Lubang-lubang bekas tambang yang ditinggalkan kini juga meminta tumbal. Menurut Sexy Killers, pada kurun 2011 – 2018 ada 32 orang mati tenggelam di bekas lubang tambang di Kaltim. Secara nasional pada kurun 2014-2018 terdapat 115 orang mati.

Film Sexy Killers Mengungkap Sisi Kelam Eksloitasi Batubara

Banyak Tumbal

Dari lokasi penambangan, pengangkutan batubara itu terus memakan lebih banyak tumbal ketika diangkut menuju lokasi PLTU di Jawa dan Bali. Di Batang, Jawa Tengah, petani tergusur dan tidak bisa leluasa memasuki sawahnya.

Nelayan juga terkepung PLTU sehingga sumber penghidupannya terancam. Terumbu karang hancur karena tumpahan batu bara atau jangkar kapal-kapal tongkang pengangkut batu bara.

“Nek PLTU berdiri, anakku arep digowo mrindi? Wis ora ono maneh tempat Indonesia, Pak. Gara-gara wong sing pinter kuwi, gununge didol. Segoro arep ditanduri wesi,” seorang nelayan bersuara dengan agak berteriak lalu menepuk dada menahan amarahnya dalam bahasa Jawa.

Dalam terjemahan bebas, komentar itu berarti: “Bila PLTU berdiri, anakku mau dibawa ke mana? Tak ada tempat lagi di Indonesia. Gara-gara orang pinter, gunung dijual. Laut ditanami besi.”

Di tempat lain, asap PLTU batubara itu bahkan telah merenggut nyawa warga sekitar, seperti di Palu, Sulawesi Tengah. Sexy Killers menghadirkan getir tangis para korban di balik gemerlap lampu yang dinikmati warga sehari-hari.

Di Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, hadirnya PLTU juga membawa sejumlah masalah bagi warga setempat. Laporan Greenpeace Indonesia pada April 2018 menyebutkan PLTU Celukan Bawang yang beroperasi sejak 2015 itu menimbulkan empat dampak.

Pertama, ganti rugi tanah belum selesai yang antara lain karena nilai ganti rugi tidak layak dan proses tidak transparan. Kedua, hancurnya mata pencaharian –terutama untuk petani dan nelayan tangkap.

Ketiga, kerusakan lingkungan di darat dan di laut akibat limbah sisa pembakaran. Keempat, terganggunya kesehatan warga –terutama sakit pernapasan yang diperburuk tidak adanya pemantauan mengenai dampak kesehatan.

Ironisnya, PLTU Celukan Bawang sebenarnya tidak pernah masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) di Bali. Menurut RUPTL Nasional, Bali termasuk provinsi dengan rasio elektrifikasi tertinggi di Indonesia, 100 persen, bersama DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Bandingkan dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) 70 persen atau Papua, 65 persen.

Saat ini, beban puncak kebutuhan listrik Bali mencapai 825 megawatt. Adapun total pasokan listrik sudah melebihi, yaitu 1.248 megawatt.

Ketika pasokan listrik Bali sudah berlebih dan PLTU Celukan Bawang sudah menimbulkan banyak dampak buruk bagi warga setempat, di tempat yang sama justru akan dibangun PLTU tahap II.