Monthly Archive: July 2019

The Ten Rings Menjadi Ancaman Terbesar Dalam Cerita di MCU

The Ten Rings Menjadi Ancaman Terbesar Dalam Cerita di MCU

The Ten Rings Menjadi Ancaman Terbesar Dalam Cerita di MCU

The Ten Rings Menjadi Ancaman Terbesar Dalam Cerita di MCU – The Ten Rings sudah menjadi salah satu ancaman terbesar yang muncul dalam cerita di MCU. Tidak ada informasi jelas, berapa jumlah anggota dari the Ten Rings. Kebanyakan dari mereka berbicara bahasa Arab, Urdu, Pashto, Dari, Mongolia, Farsi, dan bahkan Rusia. Lalu, siapa the Ten Rngs, kelompok teroris yang akan kembali muncul dalam film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings, dan apa dampak yang sudah mereka berikan di MCU?

Ten Rings Bertanggung Jawab Terbentuknya Iron Man

Debut kelompok the Ten Rings di MCU terjadi pada 2008 lalu, ketika mereka muncul dalam film Iron Man. Dalam film tersebut, diketahui jika Ten Rings merupakan kelompok teroris yang memiliki teknologi yang canggih yang sudah menjadi biang kekacauan di Timur Tengah selama bertahun-tahun. Obadiah Stane diam-diam menjual senjata dari perusahaan Stark ke pihak Ten Rings, dan sudah terjadi lama.

Sebagai gantinya, Ten Rings harus membunuh Tony Stark. Namun, justru salah satu jaringan mereka di Afghanistan justru menculik Stark dan memintanya untuk membuatkan mereka senjata. Perkiraan mereka salah, dan Stark kemudian membuat armor Iron Man pertamanya untuk kabur dari sana. Setelah hal itu, Tony pun berpikir untuk membuat sebuah sistem pertahanan yang bisa melindungi dirinya dan juga menghancurkan berbagai kejahatan.

The Ten Rings Menjadi Ancaman Terbesar Dalam Cerita di MCU

Ten Rings Membantu Whiplash Mengincar Tony Stark

Menurut comic tie-in seperti Iron Man 2: Agents of SHIELD, Iron Man terus melanjutkan operasinya untuk menghancurkan berbagai jaringan Ten Rings di seluruh dunia. Ten Rings pun kemudian mendukung usaha Whiplash untuk menghancurkan Tony Stark, demi membalaskan dendam mereka. seperti yang kita lihat di film Iron Man 2, seorang anggota Ten Rings memberikan Whiplash tiket ke Circuit de Monaco, tempat dimana Stark akan berada. Sepertinya mereka jugalah yang mengatur Whiplash menjadi salah satu kru pit.

Ten Rings Mampu Mendapatkan Salinan Armor War Machine

Setelah apa yang terjadi di Iron Man 2, War Machine kemudian harus ikut terjebak dalam peperangan melawan jaringan Ten Rings di seluruh dunia. Iron Man 3 Prelude memperlihatkan struktur operasi dari organisasi Ten Rings, yang merupakan hasil investigasi dari Rhodey. Ternyata masing-masing jaringan organisasi Ten Rings berjalan sendiri-sendiri tanpa rantai komando.Hal itu tentunya menyulitkan Ten Rings untuk ditaklukan.

Rhodey sendiri curiga bahwa ada peran tentara di belakang mereka, yang membuat organisasi ini sulit untuk dilacak. Teroris tersebut kemudian memalsukan sebuah serangan biologis di Hongkong, dan ketika War Machine datang kesana, mereka menyerangnya dengan Hammer-Tech curian – sebuah tank purwarupa yang memiliki tenaga nuklir yang bisa menghasilkan ledakan nuklir besar jika rusak. Rhodey mungkin bisa kabur dari mereka, tapi Ten Rings mampu mendapatkan hasil pindaian yang sangat detail dari armor War Machine.

Mandarin Palsu dan Ekstrimis

Di film Iron Man 3 para fans MCU pada awalnya menduga jika mereka pada akhirnya akan diperkenalkan dengan sosok The Mandarin versi live-action. Namun, mereka justru harus menelan kekecewaan dimana ternyata ada “twist” yang terjadi, yaitu The Mandarin yang muncul bukanlah sosok yang asli melainkan aktor yang dibayar untuk berpura-pura menjadi Mandarin.

Aldrich Killian adalah orang yang berada dibalik ide untuk menampilkan Mandarin palsu tersebut. Dia menggunakan identitas Mandarin dan juga para ekstrimis bio-engineeringnya, untuk meluncurkan serangan teroris di seluruh Amerika. Tujuan Killian adalah memanipulasi pemerintah Amerika dengan menculik Presiden. Untungnya usaha mereka digagalkan oleh Iron Man dan War Machine.

The Ten Rings Menjadi Ancaman Terbesar Dalam Cerita di MCU

Balas Dendam Mandarin Yang Asli

Twist the Mandarin yang ditampilkandi filmnya ternyata tidak disambut baik oleh para penggemar komik, yang mengharapkan Marvel menampilkan sosok Mandarin yang asli. Namun, mereka kemudian merilis sebuah film pendek yang berjudul All Hail the King. Dalam filmnya terungkap jika aktor yang “berperan” sebagai Mandarin, Trevor Slattery, dikurung di penjara Seagate akibat perbuatannya.

Ten Rings kemudian mengirim tim untuk membebaskan Slattery dan membawanya kepada Mandarin yang asli, yang merasa tidak senang identitasnya digunakan olehnya. Hal tersebut tentunya menjadi konfirmasi bahwa the Mandarin memang sedari awal sudah menjadi bagian dari cerita MCU. Slattery sendiri tidak mengetahui jika the Mandarin merupakan karakter yang “nyata”.

Ten Ring Berusaha Untuk Mencuri Pymtech

Kelompok Ten Rings kemudian menghilang dari permukaan setelah film Iron Man 3. Kemungkinan setelah cerita tentang Mandarin palsu yang menebarkan teror di Amerika dan membuat mereka jadi incaran dunia, mereka harus rehat sejenak. Namun, ternyata mereka masih aktif. Pada film Ant-Man yang dirilis pada 2015, Ten Rings merupakan salah satu dari kelompok yang mencoba untuk membeli Pym Tech dari Darren Cross.

Ten Rings Mendapatkan Teknologi Lainnya

Usaha untuk mendapatkan kostum Yellowjacket mungkin bisa berarti bahwa Ten Rings sudah memiliki peran lainnya di MCU, dalam beberapa tahun belakangan. Spider-Man: Homecoming mengungkapkan jika Vulture menjual teknologi yang sangat canggih dan modern dari teknologi alien ke pasar gelap selama bertahun-tahun. Ten Rings bisa jadi merupakan salah satu kliennya.

Sementara itu trailer terbaru, Ant-Man 2 memperlihatkan kita pada sosok pengusaha yang licik bernama Sonny Burch. Ketika Burch mengetahui tentang potensi dari Pym Particles, tidak butuh waktu lama untuk Burch menemukan pembelinya. Identitasnya sendiri masih misteri, namun bisa jadi dia merupakan anggota dari Ten Rings dan bekerja untuk Mandarin.

Mengenal Blade, Vampir Hybrid Dari Marvel

Mengenal Blade, Vampir Hybrid Dari Marvel

Mengenal Blade, Vampir Hybrid Dari Marvel

Mengenal Blade, Vampir Hybrid Dari Marvel – Pada hari sabtu kemarin, dalam acara San Diego Comic Con 2019 Marvel Studios melakukan presentasi mereka setelah sempat absen. Selain mengumumkan rencana Phase 4 mereka, para fans juga terkejut dengan pengumuman bahwa Marvel akan kembali membuat film Blade, untuk ditampilkan di Marvel Cinematic Universe. Mahershala Ali didapuk untuk menjadi Eric Brooks yang baru menggantikan Wesley Snipes.

Sebenarnya adaptasi film ini bukan yang pertama kali untuk Blade. Sebelumnya pada film Blade sendiri sudah pernah dibuatkan triloginya yang diperankan oleh Wesley Snipes, dan tayang perdana pada 1998 silam. Tapi, siapa sosok Blade sang pemburu vampir ini? berikut adalah pembahasan tentang sosok Blade.

Mengenal Blade, Vampir Hybrid Dari Marvel

Siapa Blade?

Bisa dibilang Eric “Blade” Brooks ini merupakan seorang pemburu vampir dan anti-hero yang mencoba untuk “menyelamatkan” manusia dari serangan para vampir ganas. Karena pada tahun 70an Marvel belum terlalu menggali cerita horror, Blade sendiri pertama kali diperkenalkan pada 1973 di komik The Tomb of Dracula #10. Pada dasarnya, Erick merupakan seorang vampir yang memburu vampir lainnya.

Erick lahir pada 1929 dari seorang ibu bernama Tara, yang meninggal saat melahirkan Eric. Tara sendiri sengaja dibunuh oleh Deacon Forst, vampir yang menyamar menjadi manusia dan juga ayah biologis Eric. Enzim vampir Deacon menurun kepada Eric, yang membuat Eric memiliki seluruh kemampuan vampir tapi tidak dengan kelemahannya.

Di film Blade versi Snipes, Blade dan manusia setengah vampir disebut sebagai Daywalkers karena kemampuannya untuk bisa keluar di siang hari. Suatu hari, Eric melihat seseorang yang diserang oleh vampir dan berhasil menyelamatkan orang tersebut. Orang tersebut bernama Jamal Afari, seorang musisi yang juga seorang pemburu vampir. Akhirnya Afari membawa Eric dan merawatnya, sekaligus dia juga mengajarkan bagaimana menjadi seorang pemburu vampir handal.

Nama “Blade” sendiri merupakan julukan dari sesama pemburu vampir lainnya. Hal tersebut dikarenakan kemampuan bertarungnya ketika dia masih remaja. Hasrat untuk berburu dan menghabisi vampir semakin menjadi, ketika gurunya Afari dibunuh oleh Dracula. Petualangan Blade untuk berburu vampir sendiri masih berlanjut sampai saat ini.

Blade punya satu musuh bebuyutan, yaitu Dr. Michael Morbius alias Morbius the Living Vampire. Tapi, Blade sendiri pernah “bergesekan” dengan karakter ikonik lainnya seperti X-Men, Doctor Strange, dan Spider-Man. Bahkan, selama beberapa waktu, Eric pernah menggunakan identitas Ronin yang dimiliki Clint dan bergabung dengan Mighty Avengers. Namun, baru-baru ini Blade bergabung dengan Avengers atas undangan dari raja T’Challa alias Black Panther.

Blade Dibuat Lebih Nyata

Karakter Erick Brooks ini merupakan karya dari seorang kreator legendaris Gene Colan dan Marv Wolfman di tahun 1973. Pada tahun 2001, Gene colan pernah diwawancarai oleh Comic Book Artist dan mengatakan bahwa penampilan saat ini (jaket kulit, gaya rambut, dan sebagainya) merupakan idenya dan penambahan bandolier atau sarung peluru di badannya merupakan ide Marv.

“Marv mengatakan kepadaku bahwa Blade merupakan pria berkulit hitam, dan kami bicara tentang bagaimana seharusnya dia berpakaian, dan bagaimana seharusnya dia berpenampilan.”

Menurut Colan, Blade merupakan perpaduan dari seorang aktor berkulit gelap dan seorang atlet. Colan juga sadar bahwa di tahun 70an, masih sangat jarang (bahkan belum ada) karakter berkulit hitam dalam cerita komik. Oleh karena itu, dia ingin menjadi yang pertama untuk menghadirkan karakter komik berkulit hitam.

“Orang berkulit hitam belum pernah digambarkan pada saat itu. Jadi aku ingin menjadi salah satu yang pertama untuk menggambarkan karakter berkulit gelap di komik. Ada banyak orang berkulit gelap di dunia ini, mereka juga membeli buku komik, mengapa kita tidak boleh memberikan rasa nyaman kepada mereka? mengapa aku tidak boleh jadi yang pertama untuk menggambar mereka? aku benar-benar menikmatinya!”

Mengenal Blade, Vampir Hybrid Dari Marvel

Blade Jadi Jembatan Baru MCU

Pengumuman Marvel tentang Blade yang akan menjadi bagian dari MCU tentunya membuat banyak fans gembira dan senang, apalagi Blade merupakan salah satu karakter yang sudah lama mereka inginkan bergabung ke MCU. Blade merupakan seorang pemburu vampir, tapi pertanyaannya kemudian dimana keberadaan para vampir tersebut di MCU?

Marvel mungkin sudah pernah menampilkan karakter alien seperti Thanos dan makhluk kosmik seperti Dormamu di MCU. Tapi, Marvel belum pernah menghadirkan sosok vampir sampai saat ini. Mungkin baru sekarang Marvel akan mencoba untuk menghadirkan villain lainnya, yaitu vampir (bisa jadi melalui film Morbius). Artinya Blade bisa menjadi jembatan untuk memperkenalkan makhluk “baru” lainnya di MCU.

Film Blade sendiri tidak akan dirilis di Phase 4 nanti, seperti yang ditegaskan oleh Kevin Feige saat diwawancara oleh Collider. Namun, bisa saja Blade versi MCU ini muncul lebih cepat dengan cara menjadi cameo di salah satu film Phase 4. Kemungkinan yang cocok adalah film Doctor Strange in the Multiverse of Madness, yang rencananya akan dirilis pada 2021 mendatang.

Film tersebut digadang-gadang akan menjadi film horror Marvel pertama yang akan dibuat. Tapi, kita masih belum tahu sampai sejauh mana “horror” yang dimaksud tersebut. Blade bisa saja muncul sebagai cameo di film tersebut, dimana Strange bertemu dengan Blade dan bersama-sama membasmi musuh yang sama yaitu vampir – atau villain lainnya.

Kemungkinan lainnya adalah Blade dan Strange bisa saja menjadi “pionir” untuk membentuk Avengers versi sihir, yang disebut sebagai Avengers of the Supranatural di MCU. Dalam cerita komiknya, Doctor Strange dan Blade merupakan anggota dari kelompok tersebut. Sama seperti tim Avengers yang kita kenal, para Avengers of the Supranatural ini juga bertugas untuk melindungi mereka yang tidak berdosa dari serangan Ghost Rider (yang pada saat itu lepas kendali).

Masih belum banyak informasi kumpulan sinopsis yang bisa digali tentang proyek film Blade, selain spekulasi dan juga teori. Kita juga masih belum tahu kapan filmnya akan dirilis, selain petunjuk bahwa filmnya akan dirilis di Phase 5. Yang pasti, Marvel sedang menggodok sesuatu yang baru dengan bergabungnya Blade ke MCU. Apa cerita yang sedang dipersiapkan oleh Marvel? Apa peran Blade di MCU? semua pertanyaan baru akan terjawab ketika Phase 4 dimulai. Jadi, mari kita tunggu saja kejutan lainnya yang disiapkan oleh Marvel ya Geeks!

Kisah Legendaris Boneka Chucky yang Tak Meyakinkan

Reviw Film Childs Play, Kisah Legendaris Boneka Chucky yang Tak Meyakinkan

Reviw Film Childs Play, Kisah Legendaris Boneka Chucky yang Tak Meyakinkan

Reviw Film Childs Play, Kisah Legendaris Boneka Chucky yang Tak Meyakinkan – Pembunuhan berantai biasanya selalu menyisakan misteri yang sulit untuk diungkap. Pun, pembunuhan ini biasanya terjadi karena ulah manusia. Lalu, bagaimana akhirnya, sebuah boneka yang melakukannya? Salah satu kisah legendaris tentang boneka pembunuh salah satunya adalah kehadiran Chucky.

Bersama segenggam pisau yang ada di tangannya ia melakukan apa pun yang ia suka. Buruk rupa dan rambutnya acak-acakan. Ada bekas jahitan di wajahnya. Chucky siap menebar teror. Lalu, bagaimana jika jadinya, Chucky tidak sejahat yang diperkirakan?

Reviw Film Childs Play, Kisah Legendaris Boneka Chucky yang Tak Meyakinkan

Hanya karena rasa frustasi yang dingin, Chucky kemudian menusukkan pisaunya kepada semua yang dianggap jahat. Semuanya bisa kamu saksikan di film Child’s Play. Kisah baru Chucky yang lahir dari kelalaian manusia yang disengaja.

Chucky yang sudah rusak, diambil oleh Karen (Aubrey Plaza) hanya untuk satu-satunya putra yang dimilikinya. Andy (Gabriel Bateman). Jauh sebelum itu, Chucky yang satu ini tidak datang tiba-tiba atau punya ruh jahat. Chucky adalah mainan yang disenangi oleh semua orang.

Sesuai dengan gaya yang kekinian, Chucky terhubung dengan semua teknologi besutan Kazan. Teknologi yang berfungsi melalui aplikasi dan bisa memudahkan kebutuhan rumah tangga. Chucky bahkan bisa menjadi pengasuh.

Namun, tidak dengan Chucky yang satu ini. Ia sudah ‘rusak’ sejak awal. Apa yang ada di pikirannya hanyalah dendam. Chucky bahkan melihat sendiri bagaimana Andy yang menjadi teman manusianya, disiksanya. Chucky kemudian menjadi mengerikan.

Satu per satu orang-orang yang berusaha berhubungan dengan Andy tewas menggenaskan. Bagaimana cara menghentikan semua ini? Apakah Andy juga ikut menjadi korban kekejaman Chucky. Child’s Play segera tayang di bioskop namun hanya terbatas di jaringan 21 Cinema.

Namun, jangna khawatir, masih banyak beberapa film pilihan lain yang tayang di bioskop minggu ini. Mulai dari Crawl, atau The Hustle. Pilihan lainnya, tentu saja adalah rilis ulang Avengers: Endgame yang direncanakan tayang 12 Juli 2019 di bioskop Indonesia.

Reviw Film Childs Play, Kisah Legendaris Boneka Chucky yang Tak Meyakinkan

Lebih Kekinian Namun, Tak Meyakinkan

Film ini mengungkapkan hal-hal yang terkait erat dengan gaya hidup masa kini. Jika di film-film terdahulunya Chucky yang ditemukan kemudian secara misterius bisa membunuh orang-orang yang ada di sekitarnya, kali ini berbeda.

Kenapa Chucky menjadi perusuh dijelaskan dengan masuk akal. Sebuah boneka berteknologi tinggi yang mengalami gangguan fungsi sebagaimana semestinya. Dari sini semuanya terlihat relevan dan meyakinkan. Ada alasan jelas kenapa Chucky kemudian membunuh dan menghabisi hal-hal yang erat kaitannya dengan manusia yang memilikinya.

Namun, jika berbicara horor, Child’s Play terasa kurang meyakinkan. Bagaimana Chucky menghabisi para manusia adalah unsur yang tepat untuk sebuah film horor. Apalagi, beberapa adegan gore dijelaskan secara gamblang. Seperti kepala Shane (David Lewis) yang sengaja dipajang jelas di dalam film.

Sisanya, tak ada elemen kejutan dari film ini. Child’s Play tak ubahnya seperti permainan petak-umpet dan aksi saling kejar-kejaran antara manusia yang lari menghindar dari Chucky. Sisanya? Tak ada.

Elemen horor lainnya juga terlihat dari bagaimana Chucky di film Child’s Play telrihat seperti boneka yang baik. Ia bahkan tak ubahnya seperti boneka hadiah ulang tahun. Tak ada sosok yang benar-benar mengerikan atau penampilan misterius yang sebaiknya disuguhkan untuk seorang pembunuh.

Melalui penampilan Movie Terbaru Chucky ini pun aura sang boneka sebagai pembunuh legendaris menjadi tak telrihat sama sekali. Setali tiga uang dengan Chucky, tak ada satu pun pemerannya yang tampil meyakinkan dan memberikan sentuhan horor yang jelas.

Meski memiliki karakter utama yang kurang lebih sama dengan film Child’s Play di tahun 1988, namun tak eada elemen kejutan yang terjadi di film ini. Child’s Play versi 1988 jelas lebih menakutkan, bahkan cenderung kasar.

Mungkin saja, film Child’s Play tahun 2019 ini ditujukan bagi semua orang. Bahkan, remaja yang sudah berusia 17 tahun pun bisa menontonnya dengan santai, tanpa harus ikut terbawa arus bahwa Chucky adalah boneka pembunuh nan legendaris.

11 Spoiler Penting dari Film Spider-Man Far From Home

11 Spoiler Penting dari Film Spider-Man Far From Home

11 Spoiler Penting dari Film Spider-Man Far From Home

11 Spoiler Penting dari Film Spider-Man Far From Home – Film besutan Marvel studios dan Sony Pictures, Spider-Man: Far From Home, akhirnya dirilis di bioskop dan akan menjadi film penutup di Phase 3 Marvel Cinamatic Universe sekaligus menjadi jembatan untuk hal berikutnya di MCU. Ada banyak spoiler yang terungkap dalam film ini, dan beberapa diantaranya benar-benar tidak terduga. Apa saja?

Myterio Merupakan Villain Dari Dunia Kita

Meskipun dalam berbagai materi promosi film Far From Home kita diperlihatkan jika Mysterio merupakan seorang mentor baru bagi Spider-Man, dan juga seorang superhero dari bumi lainnya di multiverse, di film ini terungkap jika semua hal itu bohong. Quentin Beck sebenarnya merupakan villain yang berasal dari bumi yang sama dan bukan dari bumi yang lain.

Untuk para fans Marvel Comics tentunya hal ini bukan sebuah kejutan yang besar, karena sudah sejak lama diceritakan jika Beck merupakan seseorang yang selalu bercita-cita menjadi seorang pahlawan. Dalam filmnya, kita melihat bagaimana Beck berhasil membuat sebuah hubungan dengan Peter dan membuatnya percaya jika dia merupakan sosok mentor yang pas sebagai pengganti Tony Stark. Baru di akhir cerita kita mengetahui jika Mysterio memiliki niat yang jahat terhadap teknologi milik Tony Stark.

Mysterio Ingin Menjadi Iron Man Yang Baru

Dalam cerita filmnya, kita sempat mendengar tujuan utama dari Beck untuk melakukan berbagai serangan besar di beberapa kota di Eropa. Tujuannya yaitu menjadi pelindung terhebat bumi, menjadi pahlawan paling hebat di dunia, dan menjadi pengisi tempat kosong yang ditinggalkan oleh Iron Man. Selain itu, Beck juga menginginkan pengakuan yang selama ini dia impikan atas berbagai teknologi yang dia ciptakan dan digunakan oleh Tony Stark.

Contohnya adalah teknologi BARF, yang pada konsep awalnya bernama EDITH. Nama tersebut diganti oleh Stark dan hal itu membuat Beck kesal. Bahkan, Beck pun kemudian dipecat oleh Stark. Stark mengatakan jika dia merupakan orang yang “tidak stabil”, dan untuk membuktikan hal tersebut salah dia pun kemudian terobsesi untuk menjadi pahlawan super dan rela melakukan apapun.

11 Spoiler Penting dari Film Spider-Man Far From Home

Elementals Merupakan Ilusi Yang Diciptakan BARF

Mysterio tidak memiliki kekuatan super apapun untuk menjadi superhero, namun dia merupakan seorang yang hebat dalam hal teknologi. Karena hal itu, dia pun menciptakan kelompok villain bernama Elementals untuk membantunya menjadi seorang pahlawan super. Beck, bersama dengan timnya yang sama-sama pernah dikecewakan oleh Stark, menggunakan teknolog BARF (teknologi yang digunakan dalam film Civil War) dan drone untuk menciptakan ilusi Elementals dan juga Mysterio.

Mysterio yang aslinya sendiri berada di tempat yang lain sambil mengendalikan para drone tersebut. Tim tersebut juga membantu Beck dalam berbagai hal, contohnya dengan mengarang cerita tentang konsep multiverse, membuat teknologi gelombang elektromagnetik yang mengelabui teknologi Nick Fury, dan lainnya.

Mysterio Diciptakan Oleh Teman Sekelas Peter

Quentin Beck adalah aktor yang harus “menjual” personanya agar bisa dipercayai oleh Nick Fury, Peter Parker, dan seluruh dunia. Namun, di film ini sebenarnya nama Mysterio sendiri diberikan oleh salah seorang teman Peter Parker yaitu Tony Raviolo, yang diperankan oleh Flash Thompson. Hal tersebut terjadi saat mereka berkumpul kembali di hotel dan menyaksikan tayangan berita setelah serangan monster Elementals.

Pembaca berita kemudian menyebutkan kata “Mysterio” yang kemudian diartikan oleh Tony sebagai nama pahlawan dari Beck. Tapi, Marry Jane kemudian sempat menjelaskan jika sebenarnya nama Mysterio digunakan karena identitasnya masih belum diketahui. Peter sendiri sempat menyebut Beck dengan Mysterio saat pertama kali bertemu degannya.

Peter Mengungkapkan Identitas Spider-Man Kepada MJ

Saat Peter Parker dan Mysterio terlibat sebuah pertarungan dengan salah satu monster Elementals, satu bagian drone tidak sengaja terkena jaring Peter dan dia pun membuangnya. MJ yang bersembunyi dibalik tembok sambil memperhatikan adegan tersebut, kemudian mengambil drone tersebut. Ketika MJ menanyai hal tentang Peter yang menjadi Spider-Man, Peter sempat mengelak kalau dia bukan Spider-man.

Tapi, ketika MJ memperlihatkan salah satu drone yang tidak berfungsi, tiba-tiba proyeksi gambar ilusi Elemental dan Mysterio pun muncul. Saat itulah Peter menyadari jika Beck bukanlah orang yang dia duga. Sadar jika dunia dalam bahaya dan tidak ada waktu lagi, akhirnya Peter mengatakan yang sebenarnya kepada MJ. Kemudian Peter pun pergi untuk memperingatkan Fury tentang Beck.

Mysterio Tewas

MCU sering mendapatkan kritikan dari para fans karena mereka membunuh berbagai villain terbaik mereka. Tren tersebut sepertinya berlanjut dengan terbunuhnya Mysterio dalam film ini. Mungkin ada sebagian orang yang mengatakan jika Peter yang membunuh Mysterio, ada juga yang berpendapat jika itu merupakan keteledoran dari Mysterio sendiri.

Hal ini terjadi saat Peter dan Mysterio akhirnya bertemu di Tower Bridge, London. Beck kemudian memerintahkan drone untuk melindunginya dan menyerang Peter. Tapi, berkat kemampuan “spider-sense” atau “Peter Tingle” yang akhirnya berfungsi maksimal Peter pun berhasil selamat dari ilusi yang dibuat Beck dan menghancurkan drone yang melindunginya. Namun, saat Peter menyerang salah satu drone, peluru yang ditembakan justru mengarah kepada Beck dan Beck pun tertembak lalu sekarat dan tewas.

11 Spoiler Penting dari Film Spider-Man Far From Home

Peter Parker dan MJ Akhirnya Berciuman

Sebelum pertarungan final terjadi, Beck sempat mengejar MJ, Happy Hogan, Betty, dan Ned dengan menggunakan drone bersenjata yang dia kendalikan. Mereka berhasil melumpuhkan salah satu drone setelah MJ berhasil memukulnya dengan sebuah alat perang zaman dahulu. Mereka pun kemudian kabur ke salah satu ruangan dengan lapisan baja tebal, namun mereka terpojok dan tidak bisa kemana-mana.

Setelah pertarungan selesai Peter pun menonaktifkan semua drone yang ada. Peter dan MJ kemudian bertemu di tengah-tengah jembatan Tower Bridge dan mereka mengungkapkan perasaannya satu salam lain. Seperti yang sudah diduga, sisi emosional keduanya tidak dapat tertahan. Akhirnya keduanya saling melemparkan ciuman dan segera pergi dari tempat tersebut. dalam adegan mid-credit akhirnya terungkap jika MJ dan Peter resmi menjalin sebuah hubungan.

Happy Hogan dan Bibi May Berpacaran?

Di sepanjang film Far From Home, kita bisa melihat jika ada sesuatu diantara hubungan Happy Hogan dan Bibi May. Contohnya saat di awal film, dalam sebuah acara amal untuk pengumpulan dana bagi para kaum tunawisma akibat snap yang dilakukan oleh Thanos Happy dan May saling melemparkan pujian. Hal itu tentunya membuat Peter curiga tentang mereka berdua.

Kemudian saat Peter mencoba trailer terbaru menelpon May untuk mengabarkan kondisinya yang berada di Belanda, ada Happy Hogan di kantor May. Happy mengaku jika dirinya sedang membantu May dalam menyelesaikan berbagai pekerjaannya. Akhirnya di akhir film Peter, Happy, dan May duduk bersama dan Peter pun menanyakan hubungan mereka. Meskipun Happy menyebutkan jika ada hubungan diantara mereka, May mengaku jika tidak ada hubungan apapun, hanya saling mengagumi.

J.K. Simmons Berperan Sebagai J. Jonah Jameson Yang Baru

Dalam adegan post-credit yang pertama dari Far From Home, kita melihat Peter yang pergi berkencan dengan MJ. Bukan berkencan pada umumnya, mereka terbang dan berputar-putar di wilayah New York sambil berayun diantara gedung-gedung. Peter dan MJ kemudian berada di daerah Madison Square Garden dan tiba-tiba sebuah siarang berita muncul di layar raksasa.

Pada awalnya, siaran berita tersebut memberitakan tentang kejadian serangan Elementals di London. Kemudian, saluran berita tersebut memberitakan tentang pertarungan Spider-Man dan Beck. Pembawa acara juga memperkenalkan kita pada sebuah situs web kontroversial, DailyBugle.net, yang dipimpin oleh J. Jonah Jameson versi MCU. Sebelumnya, sang aktor senior juga memerankan karakter yang sama dalam film Spider-Man versi Sam Raimi. Hanya saja Jameson yang muncul di film tersebut merupakan pemimpin redaksi dari koran Daily Bugle, tempat Peter bekerja.

Jameson Mengungkapkan Identitas Rahasia Spider-Man

Seperti yang diungkapkan sebelumnya, jika Mysterio sudah merencanakan semuanya dengan matang. Termasuk bagaimana rencana untuk mengubah citra Spider-Man menjadi seorang penjahat. Hal ini terjadi saat situs The Daily Bugle.net memberikan video serangan di London. Video tersebut memperlihatkan saat Peter mengatakan kepada EDITH untuk mematikan semua drone.

Namun, videonya sendiri sudah keluar dari konteks tersebut sehingga terlihat seperti Spider-Man yang memerintahkan untuk menghabisi warga sipil. Selain memperlihatkan video yang memojokan Spider-Man, kita juga melihat bagaimana Mysterio dalam video tersebut akhirnya mengungkapkan identitas yang sebenarnya kepada dunia bahwa Spider-Man adalah Peter Parker. Dia berusaha agar publik berubah, dari memujanya menjadi membenci sosok Peter.

Talos Menggantikan Nick Fury Yang Sedang Berada di Luar Angkasa

Adegan post-credit scene yang kedua film Far From Home mengungkapkan bahwa Talos, pemimpin dari bangsa Skrulls yang berada di bumi dan juga teman dari Carol Danvers, “berubah” menjadi Nick Fury di sepanjang film. Sedangkan istrinya menyamar menjadi Maria Hill. Nick Fury yang asli sendiri sebenarnya sedang tidak berada di bumi, alias sedang berada di sebuah pesawat luar angkasa (kemungkinan milik bangsa Skrulls). Kemungkinan, Talos menggantikan tempat Nick Fury di bumi setelah apa yang terjadi di film Avengers: Endgame.